TribunBatam/

Polisi Langsung Tahan Panitia Acara yang Suguhkan Tarian Erotis

Sementara kami sudah tahan satu orang panitia yang bertanggung jawab mendanai dan memfasilitasi kegiatan itu

Polisi Langsung Tahan Panitia Acara yang Suguhkan Tarian Erotis
Istimewa/youtube
Penonton menyaksikan tarian erotis yang dilakukan tiga perempuan di Pantai Kartini, Jepara, Sabtu (14/4) 

TRIBUNBATAM.ID - Kepala Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah, AKBP Yudhianto Adhi Nugroho mengatakan, satu orang panitia ditahan dalam kasus tarian erotis di Pantai Kartini, Jepara yang videonya beredar di media sosial.

Sejumlah saksi secara bertahap telah dimintai keterangan secara intensif Satuan Reserse Kriminal Polres Jepara. Tim penyidik juga memeriksa para anggota kepolisian yang saat itu bertugas berjaga di lokasi kegiatan.

"Sementara kami sudah tahan satu orang panitia yang bertanggung jawab mendanai dan memfasilitasi kegiatan itu. Untuk hasilnya masih dalam proses. Kami juga masih memintai keterangan anggota polisi yang pada saat itu mendapat sprint pengamanan giatnya," terang Yudhianto, Minggu (15/4).

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suharta, menjelaskan, dalam kasus ini, kepolisian akan menjerat siapa pun yang dinilai telah bersalah dengan UU Pornografi.

"Ini melanggar UU Pornografi. Tunggu masih dalam proses sidik," kata Suharta.

Untuk diketahui, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah tengah mendalami kasus merebaknya video yang mempertontonkan adegan tarian erotis di pantai Kartini, Jepara.

Dalam video amatir yang tersebar melalui media sosial itu mengabadikan tiga orang perempuan yang hanya mengenakan bikini berjoget sensual di muka umum dengan diiringi dentuman "House Music".

AKBP Yudhianto Adhi Nugroho, menyampaikan, video tak senonoh tersebut merupakan puncak acara reuni komunitas motor  yang digelar pada Sabtu (14/4/2018) siang.

"Jadi tarian erotis itu pas bubaran reuni komunitas di Pantai Kartini Jepara sekitar pukul 16.00 WIB. Kami akan proses sesuai dengan koridor hukum," tegas Yudhianto.

Menurut dia, pihaknya sangat menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi. Panitia yang menggagas kegiatan tersebut dinilai telah melanggar aturan, karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan izin rundown acara yang diajukan semula.

Halaman
12
Editor: dwie sudarlan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help