Pemilu Malaysia 2018

Pemilu Malaysia - Mahathir Comeback, Lawan PM Najib Razak Besok. Isu Rusuh Berhembus

Koalisi pemerintah dan oposisi berebut 222 kursi di parlemen federal dan 505 kursi di 12 majelis negara atau negara bagian.

Pemilu Malaysia - Mahathir Comeback, Lawan PM Najib Razak Besok. Isu Rusuh Berhembus
reuters/the straits times
Najib Razak dan Mahathir Mohamad 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Pemilihan umum atau pilihan raya umum (PRU) Malaysia akan digelar Rabu (9/5/2018) besok untuk memilih Perdana Menteri.

Koalisi Barisan Nasional yang mengusung petahana Perdana Menteri Najib Razak ditantang oleh mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang bergabung dengan oposisi DAP.

Koalisi pemerintah dan oposisi berebut 222 kursi di parlemen federal dan 505 kursi di 12 majelis negara atau negara bagian.

Suasana di Malaysia saat ini cukup tegang karena munculnya isu huru-hara pada pemilu besok.

Namun kepala kepolisian Malaysia (PDRM) Tan Sri Mohamad Fuzi Harun membantah isu tersebut dan mengatakan bahwa semua itu adalah berita bohong alias hoaks.

Fuzi menyatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk mengamankan PRU ke-14 tersebut.

"Proses pencalonan sebelum ini sudah berjalan lancar meskipun terkesan beberapa insiden kecil dan sudah berhasil ditangani dengan baik."

 "Malah dalam masa kampanye, tidak terjadi insiden apapun yang mengganggu ketertiban umum," katanya seperti dilansir Berita Harian, Selasa (8/5/2018).

Sebuah survei independen yang dilakukan Merdeka Center menunjukkan bahwa BN kehilangan suara di Semenanjung Malaysia, namun peluangnya untuk kembali menjabat masih besar.

Survei tersebut menyebutkan, Barisan Nasional (BN) akan memenangkan 37,3 persen suara pemilih di Semenanjung Malaysia atau turun40,3 persen dibanding survei pekan lalu.

Sementara oposisi unggul 43,4 persen di kawasan tersebut.

Kendati demikian, koalisi BN diperkirakan masih unggul dan meraih 100 dari 222 kursi di Parlemen, sementara oposisi mreaih 83 kursi.

Bergabungnya Mahathir ke kubu oposisi Anwar Ibrahim yang pernah dipenjarakannya memang membuat Pemilu Malaysia menjadi menarik.

Datuk M sebelumnya menyebutkan, ia turun gunung karena kasus korupsi di masa PM Razak semakin tak terkendali. (reuters/AP)

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved