Demo di Jakarta

Nicholas Saputra Desak Kapolri Mundur Usai Driver Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob

Tak hanya Nicholas, dukungan juga datang dari rekan sesama aktor, Fedi Nuril. Ia menimpali dengan nada yang sama, menilai permintaan maaf

Editor: Eko Setiawan
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
PERAYAAN HUT RI - Nicholas Saputra hadir pada Perayaan HUT ke-80 RI di Istana Negara, Minggu (17/8/2025). Nicholas Saputra hadir dengan pesona maskulin mengenakan beskap biru tua dipadukan dengan kemeja putih berpotongan sederhana. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Aktor papan atas Nicholas Saputra mendadak jadi sorotan publik usai ikut bersuara keras terkait insiden tragis yang merenggut nyawa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online.

Affan tewas setelah tertabrak dan terlindas mobil rantis Brimob saat kericuhan aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.

Lewat akun X miliknya, Nicholas menyampaikan pernyataan singkat namun tegas. Ia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya.

“Mundur, Pak,” tulis Nicholas, Sabtu (30/8/2025), sebagai respons atas permintaan maaf Kapolri kepada komunitas ojek online.

Unggahan ini sontak memicu kehebohan. Netizen menyebut langkah Nicholas sebagai “turun gunung”, mengingat selama ini aktor Ada Apa dengan Cinta? itu jarang ikut mengomentari isu-isu sosial politik.

Tak hanya Nicholas, dukungan juga datang dari rekan sesama aktor, Fedi Nuril.

Ia menimpali dengan nada yang sama, menilai permintaan maaf saja tidak cukup untuk menutup tragedi yang menelan korban jiwa tersebut.

“Nicholas Saputra has entered the arena,” tulis Fedi.

“Betul, Pak Listyo, Anda seharusnya mundur.”

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden yang melibatkan anggotanya.

Ia menyesali kejadian itu dan berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut.

Namun, suara publik terus menggema, menuntut pertanggungjawaban lebih tegas, bahkan hingga desakan agar Kapolri lengser.

Tragedi ini berawal dari gelombang aksi unjuk rasa yang meledak di berbagai daerah, termasuk Jakarta, menyusul kebijakan kenaikan gaji dan tunjangan DPR. Massa menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari pembatalan kenaikan gaji anggota DPR, penghapusan outsourcing, hingga penolakan omnibuslaw dan UU Ketenagakerjaan terbaru.

Bentrok dengan aparat pun tak terhindarkan. Di tengah kekacauan itu, Affan Kurniawan yang tengah mengantar pesanan makanan, justru menjadi korban. Saat menyeberang jalan, ia dihantam rantis Brimob yang melaju kencang.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

Kabar kematiannya langsung memantik gelombang kemarahan di berbagai wilayah Indonesia. Kini, suara protes bukan hanya datang dari jalanan, tapi juga dari kalangan seniman, publik figur, hingga masyarakat luas yang menuntut keadilan.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved