Sidang Perdana Korupsi PT BAJ Dengan Terdakwa Nasihan, Ini Dakwaan Jaksa Kejati!

Hakim PN Tanjungpinang menggelar sidang perdana kasus korupsi PT BAJ dengan terdakwa Nasihan. Ini dakwaan jaksa Kejati Kepri!

Sidang Perdana Korupsi PT BAJ Dengan Terdakwa Nasihan, Ini Dakwaan Jaksa Kejati!
TribunBatam/Wahib Waffa
Nasihan duduk di kursi pesakitan PN Tanjungpinang saat mendengarkan pembacaan dakwaan kasus korupsi PT BAJ, Senin (7/5/2018) malam 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Nasihan, terdakwa kasus korupsi asuransi kesehatan dan jaminan hari tua PT BAJ akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (7/5/2018) pukul 20.00 WIB.

Dalam dakwaannya, jaksa Kejati Kepri menyebut Nasihan seperti halnya terdakwa lain, Syafei terlibat pemindahan dana yang semestinya untuk klaim pembayaran asuransi PNS dan honore Pemko Batam di asuransi PT Bumi Asih Jaya (BAJ).

Baca: Mbak Tutut Mantu, Kehadiran Mayangsari Hebohkan Pesta Pernikahan Cucu Soeharto!

Baca: Mematikan! Dijuluki Pohon Iblis, Tanaman Berbahaya Ini Tak Boleh Disentuh! Begini Cirinya!

Baca: Kasus Asuransi BAJ Batam, Hakim Bentak Nasihan Karena Tolak Beri Keterangan di Sidang!

Baca: Inilah Denjaka, Pasukan Khusus TNI AL Paling Misterius dan Bikin Keder Navy SEAL Amerika!

Jaksa Hartam dan Alinaex Hasibuan menganggap Nasihan ornag yang paling tahu sekaligus inisiator tindak pidana korupsi ini. Namun pada pelaksanaanya, keduanya sengaja memindahkan dana senilai Rp 55 miliar dengan membuka rekening baru. Pemindahan rekening tersebut juga tanpa diketahui pihak Pemko Batam dalam hal ini walikota Batam.

"Sebagaimana pelaku melanggar pertama Primer pasal 3 Jo pasal 18 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan subsidair pasal 8 Jo pasal 18

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Alinaex membacakan dakwaan, malam itu.

Sedangkan dalam dakwaan kedua primer Nasihan melangar pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian UangJo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan subsider Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sidang dilanjutkan pekan depan, menurut majelis hakim dengan ketua Corpioner, dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help