Berita Tanjungpinang

Derita Jantung Bocor Sejak Lahir di Tanjungpinang, Bayi Arkan Butuh Bantuan Dermawan Kepri!

Saya coba tanya dokter, biaya operasi mencapai Rp 150 juta. Semoga semuanya itu ditanggung BPJS Kesehatan

Derita Jantung Bocor Sejak Lahir di Tanjungpinang, Bayi Arkan Butuh Bantuan Dermawan Kepri!
tribunbatam/thom limahekin
Bayi Arkan 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Perjuangan Putri Nurhidayati merawat Arkan Dzakiandra al Ghifari Zega, bayi asuhnya yang lahir dengan jantung bocor dari Tanjungpinang sungguh luar biasa.

Sejak terlahir ke dunia pada 14 Februari 2018 silam, Arkan kemudian diasuh oleh Putri dan suaminya. Sebab, ibu kandung bayi tersebut tidak mampu merawat anaknya.

Baca: Terungkap! Inilah Alasan Sebenarnya Inul Daratista Tak Hadir di Final Liga Dangdut Indonesia!

Baca: Pendaki Mengenalnya Sebagai Pasar Setan, Inilah Penjelasan Sains Soal Pasar Bubrah Gunung Merapi!

Baca: Terungkap! Inilah 9 Sayuran Rumahan Penurun Kolesterol Jahat di Tubuh! Nomor 8 Mengejutkan!

Putri kemudian membawa Arkan menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Hari-hari hidupnya selama merawat bayi itu tidak selamanya menyenangkan.

"Biaya pengobatan Arkan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun, biaya hidup saya di sini, tentu saya sendiri yang tanggung," ungkap Putri kepada TRIBUNBATAM.id, Selasa (15/5/2018) sore.

Putri menuturkan, Arkan sendiri sudah melewati operasi untuk memisahkan pencernaan yang bersih dan kotor. Proses operasi tersebut berjalan lancar tanpa masalah. Sesuai rencana, Arkan akan menjalani operasi jantungnya yang bocor pada Kamis (17/5) nanti.

"Saya coba tanya dokter, biaya operasi mencapai Rp 150 juta. Semoga semuanya itu ditanggung BPJS Kesehatan," jelas Putri.

Kendatipun banyak biaya ditanggung BPJS Kesehatan, namun Putri juga tidak jarang memakai uang sendiri untuk membiayai pengobatan dan perawatan Arkan. Misalnya, biaya untuk membeli obat, mengotrol kesehatan serta biaya makan-minum dan kebutuhan Arkan lainnya.

"Kami di sini tidak bekerja; kami hanya membawa Arkan mengontrol kesehatannya. Jadi tidak ada uang yang masuk. Saat ini, uang di tangan tersisa Rp 150 ribu saja," ucap Putri.

Akibat kekurangan uang, Putri bersama suami dan Arkan sempat menginap di ruang tunggu IGD RSCM selama sepekan. Mereka kemudian berpindah ke kos namun tidak bertahan lama karena kekurangan biaya. Setelah mencari tahu informasi, mereka akhirnya menemukan rumah singgah shelter Sehati Dhuava.

"Kami tinggal gratis di sini. Tapi biaya makan dan minum serta kebutuhan Arkan tetap dibeli dengan uang sendiri," ungkap Putri.

Kondisi tersebut membutuhkan Putri berharap banyak pada uluran tangan semua orang yang bermurah hati. Bagi para donatur yang ingin membantu Arkan dimohon untuk menghubungi Putri Nurhidayati dengan nomor kontak 0852-6499-0086.

"Kalau ada yang mau membantu biaya, bisa disalurkan melalui Bank BRI, nomor rekening 556801013750530 atas nama Putri Nurhidayati," ujar Putri penuh harap.

Arkan Dzakiandra al Ghifari Zega dilahirkan di RSUP Kepri pada 14 Februari 2018 silam. Saat dilahirkan, kondisi bayi tersebut normal. Namun, 20 hari kemudian, dokter mendiagnosis bayi ini mengalami jantung bocor.

Ibu kandung Arkan tidak sanggup merawat bayi ini. Karena itu, Arkan lalu diasuh oleh Putri dan suaminya hingga saat ini. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help