Berita Tanjungpinang

Heboh WN Australia Jatuh ke Laut, Direktur Operasi Basarnas Turun Langsung ke Tanjungpinang!

Direktur Operasi Basarnas turun langsung membantu pencarian WN Australia jatuh dan hilang di Laut Kepri. Soal belum ketemu, ini penjelasannya!

Heboh WN Australia Jatuh ke Laut, Direktur Operasi Basarnas Turun Langsung ke Tanjungpinang!
tribunbatam/wahib waffa
Direktur Operasi Basarnas B Surya menunjukan titik jatuhnya korban WN Australia melalui layar monitor, Kamis (24/5/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Direktur Operasi Basarnas mengunjungi Basarnas Tanjungpinang. Kedatangannya memberikan asistensi kepada jajaran Kantor Basarnas Tanjungpinang sekaligus mendengar sejumlah kendala saat bertugas.

"Kita berkunjung ke daerah-daerah. Kita tanyakan apa kesulitan operasi dilapangkan. Terakhir tengah dilakukan pencarian soal men over bout warga Australia yang jatuh dari kapal di Bintan," kata B Surya Direktur Operasi Basarnas, Kamis (24/5/2018).

Baca: Naik Kapal Sun Princess, WNA Australia Jatuh ke Laut! Pencarian Basarnas Hari Ketiga Masih Gelap!

Baca: Tak Hanya Jumlah Lebih Besar, Berikut 3 Fakta Sebenarnya THR dan Gaji ke-13 Tahun 2018!

Baca: Mengejutkan! Inilah 7 Cara Ampuh Hilangkan Rasa Kantuk Saat Jalani Puasa! Mau Mencoba?

Lantas ia menjelaskan kendala Basarnas Tanjungpinang saat operasi pencarian warga Australia bernama Jhon Colent (81) yang terjatuh dari kapal pesiar Sun Princess. Ia mengaku sulit menjalankan operasi pencarian pada kejadian seseorang yang jatuh dari kapal.

"Saat itu kita langsung perintahkan malam itu juga. Meski jarak pandang karena malam sangat terbatas. Tapi kita perintahkan untuk langsung dicari.

Jhon colent WNA jatuh dari kapal pesiar Sun Princess di Perairan Kijang
Jhon colent WNA jatuh dari kapal pesiar Sun Princess di Perairan Kijang (tribunbatam/wahib waffa)

Dengan harapan karena baru sebentar dapat ditemukan. Tapi hingga saat ini anggota kita dilapangkan yang masih melakukan pencarian hari ke-6 masih nihil. Sesuai undang-undang kita tetap lakukan pencarian hingga hari ke 7," ujarnya didampingi Kepala Basarnas Tanjungpinang Budi Cahyadi dan Kasi Operasi Eko Supriyanto.

Beberapa kesulitan yang dialami yakni luasnya wilayah perairan. Menurutnya kecelakaan jatuh dari kapal memang memiliki angka kesulitan tertinggi.

Terlebih sudah Beberapa hari korban kemungkinan kecil ditemukan. Karena memang tidak meninggalkan jejak. Meski saat itu kapal pesiar yang ditumpangi telah berbalik barah dan melakukan pencarian cukup lama di titik lokasi kejadian.

direktur basarnas
direktur operasi basarnas (tribunbatam/wahib waffa)

Saat ini apa penyebab korban jatuh dari Kapal belum diketahui secara pasti. Pencarian yang dilakukan pun dari titik koordinat hingga terjatuh ke perairan Mapur. Operasi juga langsung dilakukan dengan memperluas dan berpindah-pindah.

Ia menggambarkan memang kondisi Lakalaut di Kepri terbilang tertinggi di seluruh Indonesia. Karena memang arus lalulintas laut yang cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Adapun daerah tertinggi lainnya seperti Lampung dan Aceh yang juga cukup tinggi

"Kita pada dasarnya kekurangan personel. Idealnya diseluruh Indonesia ada 38 kantor SAR. Personel yang semestinya 7000 orang saat ini hanya 1700 orang. Di Basarnas Tanjungpinang bahanya 35 personel rescue," katanya.

Ia akui di Kepri menjadi prioritas. Karena wilayahnya yang cukup luas dan perbatasan dengan negara lain dan jalur lalulintas terpadat. oleh karenanya Kepri memiliki Armada yang berbeda. Yakni dengan 3 kapal pencarian dan Satu helikopter.

"Kalau daerah lain paling cuma 1 kapalnya atau dua. Kita di sini tiga plus helikopter karena jadi prioritas,"tutupnya. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help