Pengakuan Pembelot Tentara ISIS: 'Saya tak Mau Membunuh Kawan-Kawan Saya Sendiri'

"Tapi kemudian mereka memberi tahu kami cara membunuh, bagaimana memenggal orang," kata Abdul.

Pengakuan Pembelot Tentara ISIS: 'Saya tak Mau Membunuh Kawan-Kawan Saya Sendiri'
GETTY IMAGES
Abdul, bukan nama sebenarnya, diminta ISIS untuk membunuh teman-temannya sendiri (foto ilustrasi). 

TRIBUNBATAM.id- Abdul, bukan nama sebenarnya, tak pernah membayangkan akan menjadi anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam, yang sebelumnya dikenal dengan ISIS (Islamic State in Irak and Syria).

Interaksi dengan ISIS berawal ketika kelompok ini menguasai Aleppo, Suriah. Abdul saat itu berusia 15 tahun.

"Saya bergabung dengan ISIS karena saya ingin belajar bagaimana melakukan salat," ungkap Abdul kepada BBC.

"Saya mengikuti semua arahan dan meniru kehidupan mereka sehari-hari selama satu bulan," ungkap Abdul.

Awalnya, para milisi ISIS berbicara kepada para anggota lain secara baik-baik. Tak ada yang aneh.

"Tapi kemudian mereka memberi tahu kami cara membunuh, bagaimana memenggal orang," kata Abdul.

Ini semua membuat Abdul takut dan khawatir, yang membuatnya tak bisa tidur di malam hari.

"Kalau pun tertidur saya selalu mendapatkan mimpi buruk."

"Saya masih ingat ketika suatu hari saya mengenakan pakaian ala ISIS dan berdiri di depan cermin, rasanya sangat aneh," kata Abdul.

Pikiran yang mengganggunya adalah kalau ia bertempur untuk ISIS, maka mau tak mau ia harus membunuh seseorang.

Baca: Polisi Tangkap Pria yang Fotonya Viral di Medsos. Tak Ditemukan Bom, Ngaku Simpatisan ISIS

Baca: Makin Terdesak, Anggota ISIS Tinggalkan Ibukota Suriah Diangkut Enam Bus

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help