Disnaker Pinang: Seminggu Sebelum Lebaran THR Harus Sudah Dibayar, Begini Penghitungannya!

Termasuk kedai kopi juga harusnya berikan THR pada karyawannya. Karena mereka memperkerjakan orang

Disnaker Pinang: Seminggu Sebelum Lebaran THR Harus Sudah Dibayar, Begini Penghitungannya!
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang Marzul Hendri

mengingatkan kepada pengusaha untuk tidak terlambat membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya.

Karena bila terlambat bisa dikenakan sanksi. "Perusahaan atau pengusaha wajib membayar THR paling lambat seminggu atau tujuh sebelum hari raya keagamaan atau lebaran.

Baca: Inilah Astana Giri Bangun, Makam yang Menyimpan Cerita Menarik saat Pemakaman Soeharto!

Baca: Mau Mudik? Biar Nggak Muntah-muntah di Kendaraan saat Mudik Lebaran, Coba Lakukan 10 Hal Ini

Baca: Kisah Tak Terungkap Kopassus! Aksi Heroik Prajurit Suparlan Bermodal Sangkur di Perang Timtim!

Termasuk kedai kopi juga harusnya berikan THR pada karyawannya. Karena mereka memperkerjakan orang," katanya, Jumat (1/6/2018).

Menurutnya, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran Nomor 560/146/5.11.03/2018 tanggal 28 Mei 2018 kepada seluruh perusahaan maupun

pengusaha di Kota Tanjungpinang dengan tembusan ke sarikat pekerja dan Apindo. Untuk itu dia berharap edaran tersebut dipatuhi.

Ketentuan pembayaran THR ini, lanjutnya, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Pasal 5 ayat (4) menyebutkan THR keagamaan wajib dibayarkan pengusaha paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Oleh karena itu jangan sampai terlambat. Bila terlambat akan dikenakan denda dan sangsi administratif sesuai Permenaker tersebut.

Yakni perusahaan atau pemberi kerja yang terlambat membayar THR, dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban untuk membayar.

Baca: Terungkap! Terancam Kapal Selam TNI, Jakarta Nyaris Dibom Australia! Tahun 1999 Hampir Perang!

Baca: Terkuak! Akhir Tragis Wanita Simpanan Mantan PM Malaysia, Jasadnya Diledakkan dengan Bom!

Baca: Heboh! Pria Lusuh Ini Direndahkan Wanita, Begitu Identitasnya Terungkap Kisahnya Bikin Penasaran!

Akan tetapi, pengenaan denda itu tidak akan menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR kepada pekerja.

"Soal besarannya untuk pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau setahun secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan gaji.

Sedangkan pekerja/buruh yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa kerja. Perhitungannya masa kerja dikali 1 bulan gaji, kemudian dibagi 12 (bulan)," katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help