Tak Hanya Pasukan Resmi, Rusia Kerahkan Juga Tentara Bayaran Rusia untuk Amankan Piala Dunia 2018
Selain jago bertempur, dalam PD II, para tentara dari Kossak juga dikenal sebagai prajurit yang tahan bertarung di bawah suhu nol derajat.
TRIBUNBATAM.id - Selain mengerahkan pasukan khusus Spetsnaz dan pasukan antiteror Federal (FSB) serta pasukan Garda Nasional, demi mengamankan Piala Dunia 2018 pemerintah Rusia di bawah Komando Presiden Putin juga mengerahkan para tentara bayaran.
Ribuan tentara bayaran yang diturunkan untuk mengamankan perhelatan Piala Dunia 2018 terdiri para pasukan tempur yang terlatih dan sudah memiliki pengalaman perang di Ukraina serta Suriah.
Sebagian besar tentara bayaran Rusia berasal dari orang-orang Kossak yang terkenal tangguh dan nenek moyangnya merupakan para tentara yang pernah bertempur melawan pasukan Nazi Jerman pada PD II.
Baca: Denjaka, Pasukan Khusus TNI AL Paling Misterius dan Bikin Gentar Navy SEAL Amerika!
Baca: Menegangkan, Begini Kisah Paspampres Indonesia Hampir Tembak Pengawal PM Israel
Baca: Inilah Menu Santap Siang Paling Terkenal Saat Pendidikan Komando Marinir!
Selain jago bertempur sambil menunggang kuda, dalam PD II, para tentara dari Kossak juga dikenal sebagai prajurit yang tahan bertarung di bawah suhu nol derajat.
Para keturunan prajurit Kossak yang jago bertempur itu banyak yang direkrut sebagai tentara bayaran dan mendapat pelatihan militer dari petinggi pasukan khusus Rusia, Dmitry Utkin.
Ketika para tentara bayaran Rusia dikirim ke Suriah, sebenarnya menurut hukum Rusia sendiri merupakan tindakan ilegal.
Tapi karena rezim Bashar al Assad di Suriah berani membayar mahal, para tentara bayaran yang didominasi orang-orang Kossak itu terus dikirim ke Suriah sejak tahun 2015.
Tujuan utama Rusia mengirim tentara bayaran ke Suriah secara diam-diam adalah lebih baik bagi Rusia memerangi ISIS di Suriah daripada ‘menunggu’ pasukan ISIS memasuki Rusia untuk melancarkan teror.

Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia memang dibayangi oleh ancaman ISIS yang akan melancarkan serangan teror.
Oleh karena itu dengan mengerahkan para tentara bayaran yang sudah kenyang pengalaman tempur di Suriah melawan ISIS, para tentara yang sedang bertugas mengamankan Piala Dunia bisa ‘mengendus’ rencana serangan teror oleh ISIS secara dini.
Rusia sendiri dermikian percaya pada para tentara bayaran Kossak untuk mengamankan Piala Dunia 2018 meski berpura-pura tidak mengakui eksistensinya.
Sikap pura-pura pemerintah Rusia itu terkuak ketika Presiden Putin dan Dmitry Ukin hadir dalam suatu acara resmi Defender of the Fatherland Day untuk memberi perhargaan khusus kepada para tentara bayaran Kossak yang telah dianggap berjasa bagi Rusia.