Ada 5 Daerah Rawan Konflik Saat Pilkada 2018, Satu di Sumatera! Polisi Siagakan Pasukan Tambahan!

Lima daerah rawan yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua

Ada 5 Daerah Rawan Konflik Saat Pilkada 2018, Satu di Sumatera! Polisi Siagakan Pasukan Tambahan!
KOMPAS.COM/Fabian Januarius Kuwado
Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, menyampaikan, ada sejumlah daerah yang rawan konflik pada Pilkada Serentak 2018.

"Lima daerah rawan yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua," ujar Setyo di Mabes Polri, Selasa (26/6/2018).

Menurut Setyo, Polri memiliki berbagai indikator sehingga menjadikan kelima daerah tersebut menjadi daerah yang rawan konflik pada Pilkada Serentak 2018.

Baca: Terungkap! Inilah Kisah Unik Awal Mula Pembentukan Kopaska, Pasukan Khusus TNI AL!

Baca: Inilah Hymne Pasukan Elite Kopassus yang Bikin Bulu Kuduk Merinding, Begini Liriknya!

 

Ilustrasi
Ilustrasi (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Baca: Denjaka, Pasukan Khusus TNI AL Paling Misterius dan Bikin Gentar Navy SEAL Amerika!

Baca: Mengejutkan! Inilah Keistimewaan Paskhas TNI AU yang Bikin Pasukan Australia Tutup Mulut!

"Ada beberapa kriteria yang sudah kami tetapkan, di antaranya ada gangguan keamanan yang terjadi," ujarnya, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

"Selama ini kami melihat fluktuasi daerah baik di media mainstream, termasuk media sosial." kata dia.

Polri, kata Setyo, sudah menyiapkan personel tambahan untuk membantu pengamanan Pilkada Serentak 2018 di sejumlah wilayah.

Personel itu diterjunkan bila dibutuhkan.

Saat ditanya mengapa tak ada daerah awan konflik pilkada di Jawa, Setyo mengatakan bahwa Polri menilai Pilkada Serentak 2018 di Jawa relatif kondusif.

Padahal catatan TribunSolo.com, sebelumnya, pemerintah mengangkat Komjen Pol Iriawan sebagai penjabat gubernur Jawa Barat.

Baca: Terungkap! Banyak Anggota Tjakrabirawa Kabur ke Thailand Jadi Biksu-Petani! Mengejutkan Alasannya!

Baca: Resimen Pelopor! Pasukan Elite Indonesia Terlupakan: Kawal Soekarno, Sanggup Imbangi SAS Inggris!

Pengangkatan Iriawan yang menjadi polemik itu disampaikan pemerintah untuk memastikan Pilkada Jabar bisa berjalan kondusif.

Namun, Polri menilai kondisi pilkada di Jawa masih relatif kondusif.

Oleh karena itu, Polri tidak memasukkan Jawa Barat menjadi daerah rawan konflik pilkada. (Kompas.com/Yoga Sukmana)

Editor:
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved