Mayat Mengapung di Tanjungpinang

Bantah Hendak Kabur saat Ditangkap Polisi, Inilah Alasan Nasrun Berada di KM 16 Bintan

Nasrun, tersangka pembunuhan Supartini, membantah hendak kabur saat ditangkap polisi di KM 16 ke Tanjunguban, Bintan, tiga hari lalu.

Bantah Hendak Kabur saat Ditangkap Polisi, Inilah Alasan Nasrun Berada di KM 16 Bintan
tribunbatam/wahib waffa
Kapolres dan Kasatreskrim Polres Tanjungpinang saat ekspos kasus Supartini di TKP, Kamis (19/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Nasrun, tersangka pembunuhan Supartini, membantah hendak kabur saat ditangkap polisi di KM 16 ke Tanjunguban, Bintan, tiga hari lalu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Supartini, wanita yang ditemukan mengapung jasadnya di bawah jembatan Dompak arah Wacopek pekan lalu, Nasrun akhirnya buka suara alasannya nekat menghabisi nyawa korban.

Kepada awak media, dia mengaku meragukan janin yang dikandung korban sebagai hasil buah cintan keduanya. "Saya tahu dia punya cowok. Apakah benar itu janin saya," kilahnya saat ditanya media di Polres Tanjungpinang, Jumat (20/7/2018).

Baca: Anggap Teman Selingkuhi Istri, Reno Tikam Wahyu Hingga Tewas di Pasar

Baca: Kasus Pembunuhan Supartini, Pelaku Blak-blakan Alasannya Membunuh

Baca: Kemunculan Buaya Resahkan Warga Kuantan Tanjungpinang, Warga: Sudah Mangsa Anjing Keliaran

Baca: Hindari Konsumsi 5 Buah Ini Bersama dengan Obat, Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan

Dia juga membantah tak bersedia menikahi korban. Sebaliknya, dia mengaku ingin bertanggung jawab. "Saya tidak pacaran. Karena dia punya cowok. Saya gak yakin itu anak saya. Dia juga tak mau saya nikahi," ujarnya.

Saat ditanya apakah Pelaku takut rumah tangganya hancur jika menikah lagi, ia hanya menjawab "Saat ini juga rumah tangga saya sudah hancur," ucapnya.

Dia tak menampik dua bulan terakhir menjalin kedekatan dengan korban. Bahkan, dia juga telah menggauli korban dalam sejumlah kesempatan.

Jasad manusia mengapung di sekitar jembatan Dompak ke arah Wacopek Bintan pada Minggu (15/7/2018) pagi
Jasad manusia mengapung di sekitar jembatan Dompak ke arah Wacopek Bintan pada Minggu (15/7/2018) pagi

Pelaku juga berdalih tidak ada niatnya menghabisi korban. Dia hanya mengabulkan keinginan korban yang malu menanggung aib. "Dia yang minta untuk dibunuh. Karena tak kuat menanggung aib," kilahnya.

Di akhir, dia mengaku menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban. Nasrun yang dikenal sebagai bos sebuah perusahaan properti di Tanjungpinang,

juga sempat melayat ke kediaman korban di Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat mengucapkan belasungkawa.

"Rasa manusiawi. Dan permohonan permintaan maaf saya kepada keluarganya," ucapnya. Namun dirinya tak lama bertakziah, kemudian pamit pulang. "Saya sangat menyesal. Saya minta maaf yang sedalam-dalamnya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved