Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye Kembali Divonis 8 Tahun Penjara

Pengadilan Korea Selatan kembali memvonis bekas Presiden Park Geun-hye delapan tahun penjara, Jumat (20/8/2018).

Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye Kembali Divonis 8 Tahun Penjara
AFP
Park Geun Hye 

TRIBUNBATAM.id, SEOUL - Pengadilan Korea Selatan kembali memvonis bekas Presiden Park Geun-hye delapan tahun penjara, Jumat (20/8/2018).

Park Geun-hye dinyatakan bersalah atas dua dakwaan yang menyebabkan kerugian negara serta intervensit dalam pemilihan legislatif tahun 2016.

Pada April lalu, pengadilan juga menjatuhkan hukuman 24 tahun penjara terhadap Geun-hye terkait berbagai tuduhan.

Selain itu, Park Geun-hye juga diwajibkan membayar denda sebesar 18 miliar won atau sekitar Rp 230 miliar.

Mulai dari tuduhan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan melakukan ancaman.

"Semua hukuman akan dijalankan serentak," kata juru bicara pengadilan seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Kantor Berita Reuters,

Presiden wanita ini adalah pemimpin Korea Selatan pertama yang dipaksa melepaskan jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi negara itu.

Park Geun-hye terbukti terlibat dalam skandal korupsi antara pemimpin politik dengan konglomerat utama yang disebut dengan chaebol senilai US$26,49 juta atau sekitar Rp 345 miliar.

Namun Park Geun-hye membantah seluruh tuduhan tersebut dan tidak hadir di pengadilan ketika pembacaan vonis.

Park Geun-hye juga tidak melakukan banding atas dakwaan tersebut.

Selain Park Geun-hye, pengadilan juga menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara terhadap tiga orang lainnya yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved