Korupsi Alkes RSUD Embung Fatimah

Terdakwa Sisca Dituntut 6 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 M

Sidang dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Embung Fatimah, Jumat (20/7/2018) dengan agenda tuntutan dari JPU

Terdakwa Sisca Dituntut 6 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 M
s3images.coroflot.com
Ilustrasi perkara korupsi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Embung Fatimah Kota Batam dengan terdakwa Direktur PT Masmo Masjaya, Fransisca Ida Sofia Prayitno alias Sisca kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Batam, Jumat (20/7/2018).

Sidang kali ini dengan agenda mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kota Batam.

JPU menuntut Sisca 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta, subsider 6 bulan penjara.

Baca: Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye Kembali Divonis 8 Tahun Penjara

Baca: Dosen Wanita Tewas Ditusuk di Parkiran Kampus ITE Singapore, Pelaku Diduga Mantan Suaminya

Baca: Satgas Pangan Polda Kepri Selidiki Kenaikkan Harga Telur Ayam

Selain itu, Sisca juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 5 miliar atau tepatnya Rp 5.604.815.696 atau subsider 3 tahun penjara.

"Terdakwa terbukti melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999, jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPid," kata JPU, Ryan Anugrah, Jumat.

Terdakwa Sisca diduga meminjam PT Masmo Masjaya untuk mengatur peserta lelang, dan bersekongkol memenangkan lelang.

Terdakwa Fransisca dikenakan beban uang pengganti senilai Rp 5,6 miliar yang merupakan kerugian negara.

Proyek pengadaan alkes RSUD Embung Fatimah Kota Batam itu bersumber dari APBN anggaran 2011 senilai Rp 20 miliar.

Sebelumnya Direktur RSUD Embung Fatimah Kota Batam, Fadillah ‎Melarangang telah ditetapkan bersalah dan divonis penjara selama 5 tahun. (*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help