Pohon Kurma Ternyata Bisa Tumbuh Subur di Natuna. Awalnya Tak Sengaja Buang Biji Kurma

Di Pulau Semiun Desa Air Payang Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pohon kurma bisa tumbuh subur

Pohon Kurma Ternyata Bisa Tumbuh Subur di Natuna. Awalnya Tak Sengaja Buang Biji Kurma
ISTIMEWA
Warga Pulau Semiun, M Siral berfoto di bawah pohon kurma di belakang rumahnya di Natuna 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pohon kurma ternyata tidak hanya bisa tumbuh di negara Timur Tengah, buktinya di wilayah Indonesia yang tropis bisa tumbuh, termasuk di Natuna.

Di Pulau Semiun Desa Air Payang Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pohon ini terlihat tumbuh subur.

Sebagaimana disampaikan Arfandi, terkait pohon kurma milik sepupunya di Pulau Semiun, Desa Air Payang, Natuna.

Baca: KPU Kota Batam Umumkan Jumlah Pemilih Sementara. Terbanyak di Kecamatan Sagulung. Ini Daftarnya

Baca: BREAKING NEWS. Sejumlah Ruko Terbakar di Kawasan SP Plaza Senin Pagi

Baca: Fenomena Suami-istri Jadi Caleg di Kepri. Ini Pandangan Pengamat Politik Tanjungpinang

Arfandi mengatakan, kebun kurma milik sepupunya itu bahkan sudah mendekati masa panen.

"Sepupu saya tinggal di Pulau Semiun, namanya M Siral. Pohon kurmanya bahkan sudah bisa dipanen bulan depan, saat lebaran haji," kata Arfandi kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (23/7/2018) pagi.

Arfandi mengatakan, sepupunya Siral hanya menabur biji kurma di pasir putih dan pohon kurma ini tumbuh subur seperti di padang pasir Timur Tengah.

M Siral bersama keluarga kecilnya sudah tinggal di pulau tersebut kurang lebih 57 tahun.

Mereka pernah makan kurma saat buka puasa bulan Ramadan 2010 lalu.

Biji kurma langsung dibuang di belakang rumahnya. Setelah seminggu berlalu, dia melihat bijinya tumbuh dengan subur.

"Dia tidak tanam. Tiba-tiba saja biji kurma itu tumbuh. Makanya dia merawat sampai berbuah hingga kini", kata Arfandi.

Awalnya pohon kurma itu tumbuh banyak, sekitar belasan batang pohon di belakang rumah. Namun banyak warga desa meminta Siral agar pohon itu ditanam di rumah mereka.

Akhirnya tinggal satu batang pohon dipelihara selama delapan tahun dan tumbuh subur hingga berbuah.

"Alhamdulillah buahnya sudah tua dan masak. Sepupu saya bisa panen bulan depan," ucap Arfandi. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help