Jelang Idul Kurban, Dinas Pertanian Bintan Pantau Sapi Kurban. Waspadai 3 Penyakit Ini

Pengawasan kesehatan hewan kurban fokus ke parasit, penyakit BVD dan penyakit Jembrana buat sapi Bali

Jelang Idul Kurban, Dinas Pertanian Bintan Pantau Sapi Kurban. Waspadai 3 Penyakit Ini
Tribun Batam/Leo
Ilustrasi pedagang hewan kurban di Tanjungriau, Batam 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Ketersediaan hewan sapi kurban untuk pelaksanaan Idul Adha 2018 dilaporkan kondisinya aman di Bintan.

Berdasarkan pengecekan Dinas Pertanian pada 20 Juli 2018, hewan sapi kurban terdata sebanyak 440 ekor.

Sebagai catatan, jumlah kebutuhan hewan sapi kurban berdasarkan data 2017, rata rata 243 ekor. Artinya, jika disandingkan dengan data saat ini, terjadi suplus atau kelebihan.

Baca: Terungkap! Inilah Senjata Andalan Kopassus Lumpuhkan Pasukan Khusus Amerika: Durian!

Baca: Terungkap! Kesaksian Juru Masak: Inilah Makanan Pantangan Pak Harto dan Bu Tien Semasa Hidup

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

Baca: BREAKINGNEWS: Dugaan Perampokan di Mitra Raya, Polisi Tembak Pelaku di Plafon Rumah

Kepala Dinas Pertanian Bintan Supriyono menyebut, jumlah 440 ekor sapi merupakan hasil pengecekan di enam kecamatan.

Yakni Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Telok Sebong, Kecamatan Toapaya, Kecamatan Teluk Bintan dan Kecamatan Gunung Kijang.

"Masih ada 4 Kecamatan lainnya belum dicek. Kami akan mengeceknya segera,"kata Supriyono, Rabu (25/7/2018).

Kecamatan tersebut yakni Bintan Pesisir, Kecamatan Mantang, Kecamatan Tambelan dan Kecamatan Sri Kuala Lobam.

“Saat ini tim pemeriksa intens langsung untuk mengunjungi sentra-sentra ternak sapi, guna melakukan pemeriksaan,"kata Supriyono.

Disampaikannya, berdasarkan informasi dari kalangan peternak dan para pedagang, kemungkinan besar jumlah ketersediaan hewan sapi kurban akan terus bertambah mengingat tingginya permintaan.

Mengenai masalah kesehatan hewan kurban, Dinas Pertanian menyatakan aktif memantau dan mengawasi sejak saat ini. Pengawasan kesehatan hewan kurban difokuskan pada pemberantasan penyakit parasiter (cacingan),

penyakit BVD (bovine viral dearhea) dan antisipasi jembrana pada hewan ternak Sapi Bali. Nantinya, bila Tim Kesehatan Hewan menemukan sapi yang tidak layak dan tidak sehat untuk kurban maka tidak akan diberikan surat keterangan layak dan sehat.

“Hewan diperiksa bila ditemukan sakit diare dan parasit, maka tidak boleh untuk hewan kurban,"kata Supriyono.

Data stok hewan Kurban per 20 juli 2018 di 6 Kecamatan yang ada di Bintan:
1. Kecamatan Bintan Utara 63 ekor
2. Kecamatan Bintan Timur 124 ekor
3. Kecamatan Teluk Sebong 71 ekor
4. Kecamatan Teluk Bintan 42 ekor
5. Kecamatan Toapaya 104 ekor
6. Kecamatan Gunung Kijang 36 ekor (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved