Kisah Rasyid, Tukang Ojek Bentor yang Naik Haji Bareng Istri Setelah Nabung Selama 23 Tahun

Hampir sekitar 23 tahun, Rasyid K dan Jamria, yang penuh kesabaran menyisihkan hasil ojek ditabung agar bisa beribadah haji berdua

Kisah Rasyid, Tukang Ojek Bentor yang Naik Haji Bareng Istri Setelah Nabung Selama 23 Tahun
KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE
Walaupun pekerjaannya sebagai tukang ojek bentor, tak menyurutkan niat sepasang suami istri asal Kota Baubau Sulawesi Tenggara, untuk bisa menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. Hampir sekitar 23 tahun, pasangan suami istri, Rasyid K dan Jamria, yang penuh kesabaran menyisihkan sebagian hasil ojek suaminya ditabung agar bisa beribadah haji berdua. 

TRIBUNBATAM.id, BAUBAU - Walaupun bekerja sebagai tukang ojek bentor, hal itu tak menyurutkan niat sepasang suami istri asal Kota Baubau Sulawesi Tenggara untuk bisa menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi.

Hampir sekitar 23 tahun, pasangan suami istri, Rasyid K dan Jamria, yang penuh kesabaran menyisihkan sebagian hasil ojek suaminya ditabung agar bisa beribadah haji berdua.

Saat ditemui di rumahnya, Minggu (29/7/2018), di Kelurahan Bataruguru, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Rasyid mengatakan, ia menjadi tukang ojek sekitar tahun 1990-an.

Baca: AFF CUP U16 2018. Indonesia vs Filipina - Kick Off Jam 19.00 WIB. Timnas U16 Tak Sabaran Ingin Main

Baca: Gempa 6,4 SR di Lombok Timur. Sementara 3 Orang Dilaporkan Tewas. Puluhan Bangunan Rusak

Baca: Hasil ICC 2018 Chelsea vs Inter Milan - Seri 1-1 Selama 90 Menit. Chelsea Menang Lewat Adu Penalti

istrinya, Jamria, hanyalah ibu rumah tangga biasa. Di tahun 1995, ia telah mempunyai niat yang kuat untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya.

“Sebagian hasil ojek saya sisihkan untuk ke tanah suci. Sehari saya sisihkan sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 untuk berangkat haji,” kata Rasyid, Minggu (29/7/2018).

Setelah menabung beberapa tahun, Rasyid bersama istrinya kemudian mendaftar ibadah haji dengan membayar Rp 5 juta.

“Setelah menyetor, Alhamdulillah, rezeki ada-ada saja, dan memang kenyataannya ada. Biasanya saya bisa sisihkan menabung Rp 20.000 per hari, setelah menyetor haji, saya langsung bisa menabung Rp 50.000 atau Rp 60.000 per harinya,” ujarnya.

Baca: Sambut Asian Games 2018, BPJS Gelar Senam Sehat Kolosal di Tanjungpinang

Baca: Gempa 6,4 SR di Laut Lombok Minggu Pagi. Humas BNBP Rilis Foto Kerusakan Sejumlah Rumah

Setiap bulan ia bisa menabung Rp 500.000 untuk melunasi kebarangkatan naik haji sambil menunggu daftar keberangkatan naik haji.

Dengan penuh kesabaran dan keyakinan, lelaki yang punya enam orang anak ini bisa melunasi keberangkatan naik haji sebesar Rp 80 juta bersama istrinya, dan tahun 2018 ini keduanya dijadwalkan akan berangkat naik haji bersama calon jamaah haji lainnya.

“Saya bersyukur sekali, bahkan tidak sangka-sangka kalau saya akan ke tanah suci, karena pekerjaan saya yang tidak sesuai. Makanya saya bersyukur sekali sama Allah, karena pekerjaan saya yang mengantarkan saya ke tanah suci,” tutur Rasyid.

“Setelah tiba di Mekah, saya akan berdoa semoga keluarga dan anak saya bisa ke tanah suci lagi,” tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "23 Tahun Menabung, Seorang Tukang Ojek Bentor Berangkat Haji bersama Istrinya" 

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help