Gelombang Tinggi Landa Perairan Indonesia, Wisatawan Diimbau Jauhi Pantai Tiga Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Gelombang Tinggi Landa Perairan Indonesia, Wisatawan Diimbau Jauhi Pantai Tiga Hari Ini
tribun batam
Pantai Tanjung Pinggir, Sekupang, Selasa (1/5/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Deputi Meteorologi BMKG, Mulyono Prabowo menuturkan bahwa berdasarkan pantauan BMKG terdapat pola tekanan tinggi di wilayah perairan barat Australia.

Ini dapat memicu terjadinya peningkatan kecepatan angin Timuran dengan kecepatan 55 km per jam melewati Samudra Hindia Barat Lampung hingga Selatan Jawa dan Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat.

“Selain adanya peningkatan kecepatan angin Timuran, terdapat pula peningkatan ketinggian swell di Selatan Jawa Timur hingga Bali yang mengakibatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia khususnya di Perairan Barat Daya Sumatera hingga Selatan NTT,” kata Prabowo dalam rilis yang diterima TRIBUNBATAM.id, Jumat (3/8/2018).

Menurut Prabowo, kondisi ini diprakirakan masih terjadi hingga 5 Agustus 2018, sehingga masyarakat pesisir terutama para nelayan perlu mewaspadai gelombang tinggi.

“Perlu diperhatikan dampak resiko yang timbulkan terhadap keselamatan pelayaran,” tambah Prabowo.

Baca: Kepri Berpotensi Hujan Lokal, Warga Diminta Waspada Gelombang Tinggi di Natuna dan Anambas

Baca: Prakiraan Perairan Kepri Hari Ini. BMKG Ingatkan Soal Gelombang Tinggi di Natuna-Anambas

Baca: Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Perairan Bintan

Prabowo menerangkan, untuk perahu nelayan sangat rentan terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knots (27 km/jam) dan tinggi gelombang diatas 1.25 meter.

Sementara itu, untuk kapal tongkang perlu mewaspadai risiko apabila terjadi potensi kecepatan angin lebih dari 16 knots (30 km/jam) dan tingggi gelombang diatas 1.5 meter.

“Sedangkan di Perairan Sabang, Perairan Barat Aceh – Nias, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan P. Sumba – P. Sawu – P. Rote, Selat Sumba bagian Barat, Selat Sape Bagian Selatan, Laut Sawu, Perairan Selatan Kupang perlu diwaspadai terjadi potensi tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter,” tambah Prabowo.

Untuk kapal ferry yang biasa digunakan sebagai transportasi penyeberangan, sangat rentan jika terjadi kecepatan angin lebih dari 21 knots (39 km/jam) dengan ketinggian gelombang diatas 2.5 meter.

Halaman
1234
Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved