BATAM TERKINI

DPRD Kota Batam Hentikan Pembahasan Ranperda yang Diusulkan Pemko. Wakil Walikota: Tak Masalah!

DPRD Kota Batam menghentikan pembahasan Ranperda Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah yang diusulkan Pemko Batam

DPRD Kota Batam Hentikan Pembahasan Ranperda yang Diusulkan Pemko. Wakil Walikota: Tak Masalah!
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto didampingi Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad saat memimpin rapat paripurna, Kamis (16/8/2018). TRIBUN BATAM/ARGIANTO D NUGROHO 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- DPRD Kota Batam menghentikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah Kota Batam.

Alih-alih melanjutkan, DPRD Kota Batam berencana mengembalikan ranperda tersebut ke Pemko Batam.

Penghentian pembahasan ranperda tersebut setelah mayoritas Fraksi di DPRD Kota Batam menolak untuk melanjutkannya dengan alasan defisit keuangan.

Baca: Pedagang Pasar Induk Jodoh Datangi DPRD Kota Batam. Bukan Demo, Tapi Ini Tujuan Mereka

Baca: Jumlah Anggota Dewan Tidak Kuorum, Rapat Paripurna Ditunda. Padahal Wali Kota Batam Sudah Hadir

Baca: Di Kantor DPRD Kota Batam, Warga Baloi Kolam Ditemui Ketua DPRD Nuryanto

DPRD beralasan untuk penggunaan teknologi dalam pengelolaan sampah itu, sedikitnya dibutuhkan anggaran sekitar 15 persen dari APBD Kota Batam.

Biaya ini dinilai terlalu tinggi dan akan membebani APBD Kota Batam.

"Pembahasannya tidak dilanjutkan dan dikembalikan ke pemerintah," kata Ketua Bapemperda DPRD Kota Batam, Sukaryo, Kamis (16/8/2018).

Penolakan fraksi ini sebenarnya sudah disampaikan saat rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah Kota Batam.

Penolakan kemudian dipertegas lagi saat paripurna dengan agenda tanggapan dan/atau jawaban Wali Kota Batam atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Batam terhadap Ranperda Bea Gerbang atas Jasa Pengelolaan Sampah, Kamis.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengaku tidak mempermasalahkan penolakan DPRD Kota Batam untuk melanjutkan pembahasan ranperda itu.

"Kalau kawan-kawan di dewan menyepakati tak dilanjutkan, tak masalah. Anggaran saat ini memang terbatas," kata Amsakar.

Amsakar mengaku dapat memahami pertimbangan DPRD Kota Batam di mana satu sisi ingin pengelolaan sampah yang lebih baik tapi terbentur dengan anggaran yang terbatas.

"Untuk pengelolaan sampah dengan pihak ke tiga itu perlu disiapkan anggaran. Kami harus berhitung, produktif mana kegiatan lain atau siapkan bea gerbang yang belum kita ketahui hasilnya," ujarnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved