Kesehatan

Pengidap Kanker Jangan Takut Kemoterapi! Ini Rahasianya

kanker memang masih ada yang merasa takut untuk melakukan pengobatan kemoterapi. obat pengidap kanker satu-aatunya adalah kemoterapi

Pengidap Kanker Jangan Takut Kemoterapi! Ini Rahasianya
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
dr. Edi Setiawan Tehuteru 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Pasien kanker memang masih ada yang merasa takut untuk melakukan pengobatan kemoterapi dengan berbagai alasan tidak ingin merasakan efek sampingnya. Tapi sebenarnya, tidak ada alasan bagi pasien untuk takut melakukan kemoterapi.

"Pasti dipertanyakan kenapa harus di kemo? Ada obat lain gak selain di kemo," ujar Dokter Spesialis anak konsultan kanker anak, dr. Edi Setiawan Tehuteru, workshop sosialisasi waspada kanker sejak dini yang berlangsung di kantor Wali Kota Batam, Kamis (16/8/2018) .

dr. Edi melanjutkan informasi efek yang beredar dilapangan, bahwa kemoterapi adalah obat yang menyakitkan, buat muntah, rambut rontok, botak, dan lain sebagainya. Padahal obat pengidap kanker satu-aatunya adalah kemoterapi.

Baca: Anggun C Sasmi dan Christian Kretschmar Menikah, Yuk Intip Lokasi Pernikahannya

Baca: Raja Narkoba Asia Tenggara asal Malaysia Berjuluk Iceman Divonis Mati di Thailand

Baca: Berkuasa 600 Tahun Lebih, Kekuasaan Cakup 3 Benua, Bagaimana Kekhalifahan Turki Ustmani Bisa Runtuh?

Seharusnya, kata Edi, tidak ada ketakutan bagi pasien kanker untuk melakukan kemoterapi. Pasalnya efek samping yang dirasakan dari pengobatan tersebut lebih kecil daripada manfaat yang didapatkan.

"Efek samping yang paling banyak dirasakan biasanya mual dan muntah," tuturnya.

Kelebihan kemoterapi mampu mengikuti penyebaran kanker yang terjadi. Kanker dikatakan ganas, karena kemampuannya bisa menyebar menggerogoti seluruh tubuh.

"Selama ini, masyarakat yang takut di kemo, mereka melakukan pengobatan lain," ujarnya.

"Seperti minum jamu sampai enam bulan, dipijat, makan buah merah dari Papua, makan obat herbal, minum terapi jus. Namun akhirnya pasien tersebut datang lagi melapor kepadanya bahwa kanker masih menyebar," paparnya.(rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help