Batam Terkini

Pajak BPHTB Belum Tercapai, DPRD Dorong Pengembang Properti Kerjasama dengan Broker Resmi

Hingga Agustus ini, pajak BPHTB baru terealisasi sebesar Rp 162,2 miliar. Atau sebesar 42,6 persen dari target pencapaian Rp 380,8 miliar

Pajak BPHTB Belum Tercapai, DPRD Dorong Pengembang Properti Kerjasama dengan Broker Resmi
istimewa
Rumah ready stok di Puri Agung Residence, Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman mendorong pihak pengembang properti (developer) bekerjasama dengan broker-broker resmi penjualan properti.

Hal ini menyikapi fenomena banyaknya rumah-rumah dan ruko-ruko yang kosong, tak ditempati. Sementara peminatnya ada, hanya saja tak mudah mencari informasi terkait sewa atau jual-beli properti tersebut.

Di sisi lain, kerjasama itu juga dimaksudkan untuk merangsang terjadinya transaksi penjualan properti. Imbasnya lagi untuk meningkatkan nilai pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Batam.

Hingga Agustus ini, pajak BPHTB baru terealisasi sebesar Rp 162,2 miliar. Atau sebesar 42,6 persen dari target pencapaian Rp 380,8 miliar hingga akhir 2018.

"Kita tak bicara ekonomi lesu hari ini. Buktinya properti tumbuh sana, tumbuh sini. Properti itu pasti terjual, cuma butuh waktu," kata Hendra di DPRD Kota Batam, Senin (20/8/2018).

Menurutnya, jika pelaku usaha properti masih bisa menunggu waktu untuk memetik hasil, kondisi itu tidak sama dengan kondisi keuangan pemerintah saat ini. Pemerintah tak bisa menunggu waktu.

"Kalau tak tercapai target itu, kita defisit. Bagaimana dengan pembangunan yang sudah dianggarkan dan direncanakan?," tanyanya.

Maka dari itu, Hendra mendorong developer segera bekerjasama dengan broker resmi. Semacam ada pelayanan tambahan saat konsumen membeli properti.

Dengan begitu, ketika unit properti itu dijual lagi atau disewakan, masyarakat yang ingin membelinyq bisa semakin dimudahkan, dalam hal mencari informasi terkait properti yang akan dibeli.

"Properti itu kebutuhan pokok, dengan banyaknya investor yang datang ke Batam. Begitu juga dengan tenaga kerja yang akan diserap," kata Hendra. "Sekarang banyak ruko-ruko dan rumah yang tutup pintu, itu bukan kosong. Tapi sudah dijualbelikan developer dengan pihak ke tiga," ujarnya.(wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help