BATAM TERKINI

P2RD Batam Optimistis Bisa Capai Target Pencapaian PBB-P2, Realisasi Baru 66,71 Persen

Untuk total secara keseluruhan belum bisa tahu persis. Belum bisa kita hitung karena dari hasil tim turun

P2RD Batam Optimistis Bisa Capai Target Pencapaian PBB-P2, Realisasi Baru 66,71 Persen
tribunnews batam/purwoko
Para wajib pajak PBB tetap sabar menunggu sistem normal kembali di Bank Riau Kepri Capem Lubuk Baja, di Nagoya, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (29/8) siang. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), tinggal satu hari lagi, tepatnya 31 Agustus. Hingga saat ini Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam masih berupaya menggenjot pencapaian nilai pajak dari PBB-P2.

Diketahui dari target Rp 158,5 miliar hingga akhir tahun 2018, realisasinya baru mencapai Rp 105,7 miliar hingga Agustus ini. Atau sekitar 66,71 persen. BP2RD masih optimistis bisa mengejar target tersebut.

"Kami berencana minta bantuan bank mitra untuk lanjut proses jemput bola ke masyarakat," kata Kepala BP2RD Kota Batam, Raja Azmansyah kepada Tribun, Kamis (30/8/2018).

Dikatakan, saat ini loket-loket pembayaran PBB-P2 di sejumlah titik masih dibuka. Seperti di Mitra Raya, Pasar Penuin, SP Plaza, begitu juga di kantor kas BJB Tiban, Kepri Mall dan BCS Mall. Termasuk juga di kantor BP2RD di Gedung Bersama Pemko Batam.

"Hingga saat ini masyarakat masih banyak yang ingin membayar pajak di loket-loket yang kami sediakan. Selain itu kami juga turun ke wajib pajak-wajib pajak besar yang belum melakukan pembayaran. Kita lakukan penagihan aktif," ujarnya.

Baca: Tak Cuma Uang, Peraih Medali Emas Juga Bakal Dapat Hadiah Rumah

Baca: KPU Bintan Imbau Warga Rekam KTP Elektronik Biar Dapat Mencoblos, Begini Penjelasannya

Baca: Inul Daratista Bayar Rp 100 Juta Untuk Bisa Miliki Jersey Atlet Ini

Azmansyah melanjutkan, tim turun ke wajib pajak yang tunggakannya cukup besar. Jenis usaha yang didatangi untuk verifikasi dan penagihan antara lain sanggraloka (resort), perusahaan-perusahaan yang memiliki tamah dan bangunan luas.

"Untuk total secara keseluruhan belum bisa tahu persis. Belum bisa kita hitung karena dari hasil tim turun, wajib pajak bersedia membayar jika memang itu tunggakannya," kata Azmansyah.

Pada saat verifikasi, tim juga mengimbau wajib pajak untuk segera melakukan pembayaran. Karena masa jatuh tempo sudah semakin dekat.

"Kalau sudah jatuh tempo mereka kena denda 2 persen per bulan," ujarnya.(wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved