Sabtu, 16 Mei 2026

HONORER PEMKO BATAM DIHAJAR ISTRI POLISI

Belum Ada Damai, Honorer Pemko Batam Lanjutkan Kasus Penganiayaan yang Dialaminya

Upaya mediasi terkait kasus penganiayaan, antara honorer Pemko Batam, KP (24), dengan terlapor FB, belum menemui titik temu

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
BERI KETERANGAN - Pengacara Arpandi Karjono dan KP (24), honorer Pemko Batam, beri keterangan ke wartawan usai dimediasi di Polsek Batam Kota, terkait kasus penganiayaan yang dialami KP, Kamis (18/9/2025) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Upaya mediasi yang difasilitasi Polsek Batam Kota antara honorer Pemko Batam, KP (24), dengan terlapor FB terkait kasus dugaan penganiayaan yang viral baru-baru ini, belum menemui titik temu.

Mediasi dilakukan kedua belah pihak hingga pukul 11:22 WIB di Ruang Unit Reskrim Polsek Batam Kota, Kamis (18/9/2025).

Usai mediasi, KP tampak mengenakan outer batik bercorak warna-warni di atas pakaian hitam saat ditemui di Polsek Batam Kota.

Kuasa hukum korban dari PPKHI Batam, Arpandi Karjono, mengatakan belum ada perdamaian antara kliennya dengan terlapor.

"Terkait undangan mediasi dari Polsek Batam Kota, hasil mediasinya belum menemui titik temu. Artinya belum ada perdamaian, proses terus berlanjut," ujar Arpandi usai mediasi di Polsek Batam Kota.

Ia melanjutkan, awalnya kliennya ingin membuka ruang damai. 

Namun setelah mempertimbangkan sikap pelaku, KP memilih melanjutkan proses hukum.

"Awalnya klien saya ingin berdamai, tapi melihat ada postingan FB yang tidak menunjukkan penyesalan atau rasa bersalah, akhirnya keluarga sepakat melanjutkan perkara ini," katanya. 

Menurutnya, pelaku juga hadir dan menyampaikan permohonan maaf. Namun keputusan ada pada korban. 

"Untuk saat ini kita konsisten mau berdamai atau enggak, tergantung dengan klien kami," kata Arpandi. 

Meski sudah memaafkan terlapor, KP menegaskan ia tetap ingin laporannya dilanjutkan polisi.

"Saya memaafkan, tapi tetap melanjutkan perkara ini," kata KP.

Menurutnya, selama kasus ini viral, pihaknyalah yang merasa dirugikan.

"Kondisi saya saat ini, karena tersebar saya disebut pelakor, poinnya bahkan saya yang dianggap salah," ungkap KP. 

Sesekali mengusap matanya dengan tisu yang ia genggam, KP menyebut pandangan orang terhadapnya kini berubah semenjak kasus itu mencuat.

"Kerjaan di kantor tetap jalan, tapi pandangan orang ke saya jadi jelek karena ini," tuturnya.

Sebelumnya, KP melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya dengan terlapor FB, seorang ibu rumah tangga yang disebut sebagai istri polisi aktif di Polda Kepri. 

Laporan kasus itu saat ini tengah ditangani Polsek Batam Kota. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved