BATAM TERKINI

Ternyata Ikan Sapu-sapu Ikan Berbahaya dan Harus Dimusnahkan. Ini Dampaknya Jika Lepas ke Sungai

UPT Stasiun Karantina Ikan Batam, memusnahkan 44 ekor ikan berbahaya dan bersifat invasif. Termasuk ikan sapu-sapu dan arapaima.

Ternyata Ikan Sapu-sapu Ikan Berbahaya dan Harus Dimusnahkan. Ini Dampaknya Jika Lepas ke Sungai
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melalui UPT Stasiun Karantina Ikan Batam, Jumat (31/8/2018) kemarin memusnahkan 44 ekor ikan berbahaya dan bersifat invasif. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melalui UPT Stasiun Karantina Ikan Batam, Jumat (31/8/2018) kemarin memusnahkan 44 ekor ikan berbahaya dan bersifat invasif.

Ikan-ikan berbahaya dan invasif tersebut di antaranya berjenis Ikan Aligator (Atractosteus Spatula), ikan arapaima dan Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp).

Kepala UPT Stasiun Karantina Ikan Batam Anak Agung Gede Eka Susila mengatakan, ikan tersebut dari hasil sitaan sejumlah tempat yang ada di Batam.

Pemusnahan ini dilakukan guna mencegah kerusakan keanekaragaman hayati ikan.

"Sebab jika ikan berbahaya dan invasif ini berkembang biak di perairan kita, bisa dipastikan ikan asli bisa jadi buruannya dan terancam akan punah, karena ikan ini jenis ikan buas yang memangsa ikan kecil," katanya, Sabtu (01/9/2018) saat dihubungi TribunBatam.id.

Untuk teknik pemusnahan ikan berbahaya dan invasif ini mengikuti kaidah animal walfare di mana sebelum dikubur, ikan-ikan ini terlebih dahulu dimatikan dengan direndam air yang sudah dicampurkan minyak cengkeh.

"Setelah ikan itu benar-benar mati baru dilakukan penguburan," ujarnya.

Baca: Hiii, Serem! Intip Yuk Rumah Hantu di SMPN 29 Batam. Ada Pocong hingga Kuntilanak

Baca: Ditanya Pilih Ayu Ting Ting Atau Via Vallen, Ini Jawaban Jonatan Christie

Baca: Kapal Hantu Berbendera Indonesia Bikin Heboh Myanmar. Lihat Foto-fotonya!

Disampaikanya, ikan-ikan berbahaya dan invasif ini merupakan ikan peliharaan yang dipelihara masyarakat Batam, yang kemudian diserahkan ke UPT Stasiun Karantina Ikan Batam.

"Namun ada 6 ekor ikan yang masih bersama pemeliharanya, di lokasi Wisata Hutan Mata Kucing dan wisata kebun Sei Temiang," sebutnya.

Ia menambahkan, 6 ekor ikan tersebut dijadikan sumber edukasi bagi pengunjun yang datang untuk mengetahui pembelajaran tentang ikan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved