BATAM TERKINI

Krisis Global Seharusnya Dimanfaatkan Dengan Meningkatkan Ekspor. Ini Kata Kepala BI Kepri

"Walaupun barang impor menjadi mahal, itu lebih baik sehingga orang-orang bisa menggunakan barang-barang lokal," tuturnya.

Krisis Global Seharusnya Dimanfaatkan Dengan Meningkatkan Ekspor. Ini Kata Kepala BI Kepri
Tribun Batam/Argianto
Kepala Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Ditengah krisis global yang terjadi, kondisi rupiah masih tergolong baik. Sentimen negatif dari luar, krisis global yang melanda berbagai negara seperti China, Turki, dan lainnya terhadap USD hampir 20 persen melemah. Seharusnya kondisi ini harus dimanfaatkan secara bijak.

"Dari rating internasional, rupiah Indonesia masih triple B. Meskipun masih ditengah ketidakpastian krisis global. Disatu pihak juga indikator terjadinya inflasi secara khusus juga cukup baik," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra kepada Tribun, Selasa (4/9/2018).

Jika dikatakan apakah perekonomian Kepri aman? Itu tergantung pada masing-masing individu. Sebenarnya produk-produk Indonesia lebih kompetitif. Menariknya, keadaan ini bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekspor. Termasuk juga pariwisata ke dalam negeri bisa lebih murah dan mampu meningkatkan kompetitif.

"Walaupun barang impor menjadi mahal, itu lebih baik sehingga orang-orang bisa menggunakan barang-barang lokal," tuturnya.

Memang, kata Gusti secara keseluruhan kelemahan Indonesia saat ini karena terjadinya defisit. Sebenarnya kondisi inilah yang membuat sentimen terhadap rupiah. Dari sisi Bank Indonesia (BI) sendiri terus melakukan fungsinya sebagai stabilitas ekonomi.

Gusti melanjutkan dalam nilai tukar, BI terus melakukan penjagaan pasar, melakukan intervensi valas secara terukur, stabilitas lembaga pasar sekunder, capital inplow, dan kegiatan lainnya.

"Secara fundamental perekonomian Indonesia masih membaik," tegasnya lagi.

Baca: VIDEO. Isak Tangis Pecah saat Taher dan Asnita Bertemu Kedua Anaknya

Baca: Timnas U16 Indonesia Kembali Pesta Gol Lawan Felda United U17. Bagus Kahfi Cetak Hat-trick

Baca: Oknum Polisi di Medan Serahkan Diri Setelah Videonya Mengonsumsi Narkoba Viral

Dalam hal ini Pemerintah juga sudah melakukan beberapa langkah-langkah dalam meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Terutama untuk barang-barang yang relatif kecil untuk keuntungan ekonomi. Kalau hanya mengimpor untuk pelebaran defisit percuma saja.

"Besok Menteri Keuangan bakal mengeluarkan pembatasan impor," katanya.

Sementara itu perihal pengawasan terhadap keluar masuknya rupiah Gusti mengakui hal itu pasti dilakukan. Tidak diizinkan untuk membawa rupiah lebih dari Rp 100 juta.

"Yang mengawasi nanti orang-orang yang berada di pelabuhan, bandara, bea cukai, kalau BI tak bisa menguasai sampai disana," kata Gusti.

Serupa dengan rupiah, dolar juga tidak boleh keluar masuk secara bebas diatas ekuivalen Rp 1 miliar. Harus melalui lembaga perbankan atau money changer. Kemudian memiliki perizinan dari BI. Tujuan perizinan ini, kata Gusti, untuk mengontrol data yang ada di BI berapa uang yang dibawa masuk dan berapa yang dibawa keluar.

"Jika ada kedapatan bakal didenda 10 persen dari yang dibawa atau maksimal denda Rp 300 juta. Silahkan saja orang ingin bawa berapa kita tak ada batasannya asalkan melapor," katanya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help