Terus Kumpulkan Cadangan Emas Murni, China Bersiap 'Bunuh' Dolar Amerika

Jika China mulai mendukung yuan dengan cadangan emasnya, itu bisa membunuh dolar AS

Terus Kumpulkan Cadangan Emas Murni, China Bersiap 'Bunuh' Dolar Amerika
via intisarionline/Money Morning
China mulai mendukung yuan dengan cadangan emasnya 

TRIBUNBATAM.ID-Menurut Keiser Report, channel berita keuangan, sekarang ini banyak negara yang memilih untuk menggunakan mata uang nasional mereka sendiri dibanding dolar dalam perdagangan bebas.

Hal ini tak lain dikarenakan negara-negara itu menjadi korban dari tarif dan sanksi AS yang tak kenal lelah.

Seperti diwartakan rt.com, Rabu (5/9/2018), Max Keiser mendiskusikan mengenai AS yang mensimulasikan mata uangnya.

Baca: Jack Ma Pensiun Bergelimang Harta, Inilah Kisah Pahit di Balik Kesuksesannya

Baca: Orang Dalam Gedung Putih Ungkap Rencana Singkirkan Presiden Trump, Begini Bocorannya

Baca: Inilah Cara Bedakan Masuk Angin dan Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Selain itu, Alasdair Macleod, kepala penelitian untuk GoldMoney.com juga mengungkap suatu hal.

Yakni bahwa AS paham betul sistem keuangan global tidak memiliki pilihan untuk dolar, sehingga AS menggunakan kuasa itu demi keuntungannya sendiri.

"AS memberikan pesan ke setiap negara lain yang bergantung pada dolar dalam menjalankan pasar bebasnya, dan ini bukanlah hal yang aman untuk dilakukan," Macleod menyampaikan kepada Keiser.

China mulai mendukung yuan dengan cadangan emasnya
China mulai mendukung yuan dengan cadangan emasnya (Money Morning)

"Anda harus memiliki alternatif lainnya," lanjutnya.

Analis tersebut menyebutkan salah satu negara, yakni China.

Secara pasti China akan beralih ke yuan untuk perdagangan setidaknya di kawasan Asia.

Lebih lanjut, menurut Macleod, China telah mengumpulkan emas dalam waktu yang lama dan menunggu kesempatan menggunakannya untuk mendukung mata uang nasionalnya.

Macleod mengatakan bahwa China memiliki lebih dari 1.842 ton emas yang diakui pemerintah untuk menahan cadangannya.

Menurutnya, Beijing telah melakukan diversifikasi dari dolar AS sejak 1983 dan bisa mengakumulasi lebih dari 20.000 ton emas.

Dia menambahkan bahwa jika China mulai mendukung yuan dengan cadangan emasnya, itu bisa membunuh dolar AS. (Intisarionline)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help