Karimun Terkini

Daging Beku Berbahaya yang Masuk di Karimun Ternyata Dibawa Kapal Penumpang Dari Luar Negeri

Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun mengimbau agar masayarakat tidak mengkonsumsi daging ilegal.

Daging Beku Berbahaya yang Masuk di Karimun Ternyata Dibawa Kapal Penumpang Dari Luar Negeri
Tribun Batam
Petugas Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun dan instansi terkait meindak daging beku ilegal. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun mengimbau agar masayarakat tidak mengkonsumsi daging ilegal. Daging ilegal yang masuk ke Karimun umumnya dalah daging beku tanpa dokumen yang berasal dari negara lain

Diduga daging ayam beku tersebut dibawa oleh kapal penumpang yang berasal dari luar negeri, yakni Singapura atau Malaysia. Kelima kotak daging ayam beku ini hanya berlabel yang menginformasikan bahwa daging ayam beku tersebut berasal dari USA, dan dipastikan tidak memiliki dokumen persyaratan karantina.

Baca: Awas.Daging Beku Masuk ke Karimun. Ini Imbauan Karantina

Baca: 4 Kontainer Daging Beku dan Sosis Ditangkap, Ada Pihak yang Bermain? Ini Jawaban Lanal Batam

Baca: BP Batam Berikan Izin Impor Daging Beku Antisipasi Stok Lebaran, Ini 3 Importirnya!

Selanjutnya pada Selasa (11/9/2018) Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun berkoordinasi dengan Polsek Moro untuk melakukan kegiatan patroli bersama. Hasilnya di Pelabuhan Gelugur, petugas menemukan dan mengamankan dua dari tiga kotak fiber berisi 11 kotak daging ayam beku. Diduga ayam tanpa dokumen tersebut berasal dari Singapura.

Sebelumnya pada tanggak 24 Agustus 2018 tim patroli gabungan juga menemukan daging kerbau beku sebanyak 18 kg asal Malaysia yang dibawa oleh Anak Buah Kapal feri MV Marina Baru V. Daging kerbau beku ini ditemukan di Pelantar Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sekitar pukul 19.00 WIB.

Pada tanggal 28 Agustus 2018 petugas karantina yang dibantu dengan petugas Bea Cukai berhasil mengamankan 26 kg daging ayam dari Malaysia di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun. Daging tanpa dokumen tersebut dibawa oleh penumpang kapal feri MV Tuah.

"Penindakan ini merupakan hasil nyata dari Rapat Koordinasi Pengawasan dan Penindakan bersama POLRI dan TNI AL yang diadakan bulan agustus lalu yang kami selenggarakan di Hotel Aston Karimun," kata Priyadi

Pryadi berharap dengan adanya peningkatan koordinasi di bidang pengawasan dan penindakan ini diharapkan akan dapat mengurangi bahkan memberantas penyelundupan di Kabupaten Karimun khusunya di bidang perkarantinaan.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help