PEMILU 2019

Keterwakilan Perempuan Tidak Terpenuhi, Berkarya Gugat KPU Tanjungpinang. Bawaslu Malah Sebut Ini

Tujuh bakal calon tidak bisa mengikuti kontes pemilihan legislatif lantaran dalam satu dapil tidak memiliki 30 persen keterwakilan perempuan

Keterwakilan Perempuan Tidak Terpenuhi, Berkarya Gugat KPU Tanjungpinang. Bawaslu Malah Sebut Ini
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Komisioner KPU Tanjungpinang Hafiz Jiwa Prayoga 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Panwaslu Kota Tanjungpinang mengumumkan hasil pemeriksaan gugatan DPC Partai Berkarya Kota Tanjungpinang.

Sebelumnya ada tujuh bakal alon legislatif (bacaleg) Partai Berkarya dari daerah pemilihan (dapil) 1 Tanjungpinang Kota dan Tanjungpinang Barat yang dicoret KPU.

Tujuh bakal calon tidak bisa mengikuti kontes pemilihan legislatif lantaran dalam satu dapil tidak memiliki 30 persen keterwakilan perempuan. Dimana dari 7 bakal calon ini 5 orang caleg merupakan laki-laki dan 2 perempuan.

"Meskinya sesuai PKPU nomor 20 tahun 2018, dari tujuh orang ini 3 perempuan. Tapi ini hanya dua saja. Secara prosedur sudah tidak memenuhi syarat. Sehingga dinyatakan gugatan yang diajukan oleh Partai Berkarya terhadap satu dapil yang dicoret ini tidak terbukti," ungkap Ketua Banwaslu Tanjungpinang M Zaini ditemui, Rabu (12/9/2018).

Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan selama beberapa kali terhadap berkas yang diajukan oleh Pelapor Partai Berkarya dan Terlapor KPU kota Tanjungpinang.

Selain memeriksa alat bukti dan pemeriksaan saksi dari kedua belah pihak. Hingga akhirnya mengerucut kepada satu putusan yang menyatakan bahwa upaya KPU sudah benar dan sesuai PKPU nomor 20 tahun 2018.

"Disitu telah diatur tata cara bagaimana mekanisme penerimaan bacaleg. Termasuk diatur masa perbaikan jika dalam waktu yang telah ditentukan tidak dapat memenuhi syarat," ujarnya.

Dikuatkan lagi dengan PKPU nomor 5 tahun 2018 diatur secara rinci tahap tahap pemilu. KPU juga telah melakukan pemberitahuan baik surat dan melalui WhatsApp Kepada penggugat. Sehingga kita ambil kesimpulan apa yang dilaporkan tidak terbukti," katanya.

Baca: Dituduh Menculik Anak, Tukimin Diamankan ke Kantor Polisi. Teriakan Korban Jadi Perhatian Warga

Baca: Pengendara Panik Lihat Razia Gabungan di Perbatasan Pinang-Bintan. Siasat Ini Ternyata Jitu

Baca: Persiapan Pelantikan Walikota Tanjungpinang Terus Digesa, Rumah Dinas Jadi Prioritas

Ia menyebutkan bahwa Partai Berkarya Tanjungpinang tidak menjalankan dan memperbaiki berkas sesuai masa waktu perbaikan yang ditentukan berdasarkan tahapan KPU.

Sementara sesuai prosedur dan tahapan, KPU telah beberapa kali memberikan pemberitahuan. Usai merima putusan tersebut, Beberapa pengurus partai Berkarya langsung meninggalkan kantor Panwaslu di Bintan center.

Hafiz Jiwa Prayoga selaku Devisi Program dan Data KPU Tanjungpinang menjelaskan bahwa apa yang dilakukan dengan mencoret 7 nama itu dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Terlebih lagi masalah hak politik seseorang untuk dipilih.

"Kita hormati putusan Banwaslu. Karena memang dapil satu tidak memenuhi syarat. Seharusnya masa waktu perbaikan itu digunakan. Namun karena sudah habis waktu," kata Hafiz.

Pihak partai Berkarya telah melakukan perbaikan. Namun sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan. Sehingga dianggap tidak memenuhi syarat. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved