Anambas Terkini

Kapal Ferry di Anambas Tidak Sebanding Jumlah Penumpang. Ini Usulan Warga Kepada Pemerintah Daerah

Usulan agar Pemerintah Daerah untuk kembali melakukan subsidi transportasi dari dan menuju Anambas

Kapal Ferry di Anambas Tidak Sebanding Jumlah Penumpang. Ini Usulan Warga Kepada Pemerintah Daerah
TRIBUNBATAM.id/Tyan
Kapal ferry Blue Sea Jet tujuan Batam-Letung-Tarempa PP saat hendak sandar di Pelabuhan Tarempa. Usulan agar Pemerintah Daerah kembali mensubsidi moda transportasi, Khususnya untuk kapal ferry kembali mencuat. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Usulan agar Pemerintah Daerah untuk kembali melakukan subsidi transportasi dari dan menuju Anambas menjadi perbincangan warga.

Agus seorang warga Tarempa menilai, langkah ini perlu diambil karena selain bersentuhan langsung dengan masyarakat juga membuka akses konektivitas menuju Anambas.

Baca: 138 TKI Dipulangkan Pakai Kapal Ferry. Ini Asal Daerah Mereka

Baca: Pria Ini Mau Saja Disuruh Bawa Sabu 3 Kilogram Lewat Kapal Pelni

Baca: Gawat! Kapal Angkut Gas Elpiji 12 Kilogram ke Anambas Belum Dapat Izin dari Pelni

"Saya pikir, rencana mensubsidi transportasi dari dan menuju Anambas itu perlu dipikirkan kembali oleh Pemerintah Daerah, terutama kapal ferry yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian," ujarnya Minggu (16/9/2018).

Ia menilai, dukungan dari Pemkab terhadap operator kapal ferry yang sudah beroperasi rutin ke Anambas perlu dilakukan. Kapal yang beroperasi rutin, menurutnya tidak sebanding dengan jumlah penumpang yang berangkat baik dari Batam maupun dari Anambas.

Ia mencontohkan seperti hadirnya kapal Blue Sea Jet dengan rute Batam-Letung-Tarempa PP yang harus mengakhiri pelayaran terakhirnya di bulan ini karena harus menjalani masa perawatan (docking), meskipun banyak kabar yang mengatakan bahwa pihak operator sedang melirik rute daerah timur.

Kapal berjenis Catamaran ini, juga membantu masyarakat Anambas yang membutuhkan pengobatan di luar Anambas dengan menyediakan ruang khusus untu orang sakit serta meringankan pasien dan pendamping medis. Sebagai masyarakat, pihanya juga mengapresiasi hadirnya kapal ferry rute Tanjungpinang-Letung-Tarempa yang sampai saat ini masih beroperasi rutin selama sepekan.

"Informasi yang berkembang kan seperti itu. Meskipun dari perwakilan managemen di sini mengatakan belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak managemen. Terlepas betul atau tidak, yang jelas hadirnya kapal ferry ini bisa mempermudah masyarakat untuk bepergian dari dan menuju Anambas. Paling tidak, ada alternatif bagi masyarakat saat ingin bepergian. Terlebih, saat waktu-waktu tertentu misalnya menjelang hari raya. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang berebut tiket hanya untuk berangkat," ungkapnya.

Wacana soal subsidi transportasi ini pun, sebelumnya juga muncul saat Rapat Dengar Pendapat di lantai dua Gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas. Seretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, SH. MM yang hadir dalam rapat dengar pendapat dengan agenda perhatian pasien rujukan di kapal ferry Tanjungpinang Anambas itu menyebut, rencana subsidi bisa-bisa saja dilakukan. Hanya saja, terdapat beberapa hal yang harus dipikirkan bersama salahsatunya efeknya kedepan termasuk adanya tanggapan miring di lapangan.

"Saya berharap, efeknya bisa dipikirkan baik-baik. Jangan sampai nanti ada omongan miring di masyarakat," ungkapnya. Penerapan subsidi untuk kapal ferry Tanjungpinang-Anambas dan maskapai komersil Sky Aviation ketika itu pernah dilakukan Pemerintah Daerah terhitung sejak tahun 2010. Dari situ, diketahui anggaran yang terealisasi mencapai lima puluh miliar Rupiah lebih sampai tahun 2014.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help