BATAM TERKINI

Pasar Bukit Seroja Berubah Jadi Pasar Kaget, Ini Permintaan Warga ke Pemko

Kondisi pasar Bukit Seroja yang belum dilengkapi dengan fasilitas kini dipergunakan warga sebagai tempat pasar kaget.

Pasar Bukit Seroja Berubah Jadi Pasar Kaget, Ini Permintaan Warga  ke Pemko
TRIBUNBATAM/IAN SITANGGANG
Pasar Bukit Seroja tidak berfungsi sejak dibangun. Pasar tersebut dimanfaatkan anak-anak putus sekolah sebagai tempat nongkrong dan berkumpul 

TRIBUNBATAM. id, BATAM - Kondisi pasar Bukit Seroja yang belum dilengkapi dengan fasilitas kini dipergunakan warga sebagai tempat pasar kaget.

Hampir semua lapak yang ada di dalam pasar Bukit Seroja, diisi oleh para pedagang, bahkan sampai ke jalan raya diisi sehingga membuat pemandangan jauh berbeda dibanding dengan hari-hari biasanya.

Semenjak pasar ini dibangun oleh pemerintah Kota Batam, belum pernah sekalipun diaktifkan, hal ini karena belum adanya fasilitas pendukung yang membuat para pedagang enggan menyewa lapak di pasar tersebut.

Baca: Polsek Sagulung akan Tingkatkan Jam Patroli di Daerah Bukit Seroja

Baca: Jalan Di Kavling Bukit Seroja Sagulung, Tidak Diaspal-aspal. Kalau Hujan Berlubang Lagi

Baca: Hujan di Batuaji-Sagulung, Jalan Kavling Bukit Seroja Tergenang. Ini Pemicunya

Informasi yang dikembangkan Tribun di lapangan para pedagang yang berjualan di bangunan Pasar Bukit Seroja sebenarnya bukan tidak mau menetap berjualan di lokasi tersebut, hanya saja fasilitasnya tidak ada.

"Kalau memang ada fasilitasnya kita mau saja jadi pedagang tetap, tetapi kalau seperti ini keadaannya kita tidak mungkin juga mau jualan disini,"kata Marjohan.

Fasilitas yang dikatakan pedagang seperti air dan listrik, serta keamanan barang dagangan mereka. "Inikan pasarnya terbuka, jadi kalau kita mau jualan menetap di sini tidak mungkin juga barang jualan kita bawa pulang,"kata Marjohan.

Dia mengatakan minimal harus ada kepastian dan tanggung jawab dari pemerintah, bagaimana dengan barang dagangan mereka."Biasalah seperti di pasar basah lainnya, semua pedagang tidak mungkin membawa barangnya pulang, pasti ditinggal,"katanya.

Selain itu, belum adanya air dan aliran listrik membuat pedagang enggan untuk berjualan."Ini listrik tidak ada airpun tidak ada, gimana kita mau berjualan,"kata Marlina, pedagang lainnya.

Marlina mengatakan jika pemerintah mau mengaktifkan pasar tersebut, yang paling utama dipikirkan mengenai keamanan barang dagangan pedagang.

"Intinya kalau pedagang tetap tidak mungkin barang jualan ini kita bawa pulang. Kalau bawa pulang kapan lagi kita jualannya, bongkar pasang terus,"kata Marlina. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved