BATAM TERKINI

Pengelola Parkir Keluhkan Aturan Drop Off 15 Menit, Ini Deretan Kerugian yang Mereka Alami

Dinas Perhubungan Kota Batam mengundang pengelola parkir khusus membahas Perda Nomor 3 Nomor 18 tentang parkir dan retribusi parkir.

Pengelola Parkir Keluhkan Aturan Drop Off 15 Menit, Ini Deretan Kerugian yang Mereka Alami
ISTIMEWA
Aparat Polda Kepri melakukan OTT terhadap 4 pengelola parkir di dua mal yang diduga melakukan pelanggaran Perda parkir tentang drop off 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah pengelola parkir khusus diundang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk membahas terkait Perda Nomor 3 Nomor 18 tentang penyelengaraan parkir dan retribusi parkir.

Khususnya pemberlakuan drop off atau gratis parkir selama 15 menit di tempat parkir khusus.

"Kita mengundang pengelola parkir sekaligus manajemen lokasi. Contoh kayak bandara, pelabuhan megamall. Dalam pertemuan ini pada prinsipnya mereka tidak keberatan dan mereka semua sudah jalankan," ujar Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Alexander Banik, Jumat (19/10/2018) siang.

Pantauan Tribun pertemuan tertutup ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam di kantor UPTD Parkir Dishub Batam Center.

Dalam pertemuan seluruh pengelola parkir menyampaikan unek-uneknya kepada Alex yang sekaligus pemimpin pertemuan tersebut.

Baca: BREAKINGNEWS, 4 Pengelola Parkir di 2 Mal di Batam Kena OTT Polda Kepri

Baca: DPRD Apresiasi Polda Kepri Lakukan OTT terkait Penyalahgunaan Aturan Parkir

Baca: Harus Selesaikan 4 Proyek, McDermott Bakal Butuh 6.000 Karyawan Baru

Baca: Motor Berhenti di Jembatan Barelang Kena Parkir Rp 5000, Ini Jawaban Dishub Batam

Baca: Sudah 235 Unit Terpasang, Pemko Targetkan Pasang 9 Alat Tapping Box Tiap Hari

Seusai pertemuan sekira pukul 12.00 WIB, seluruh pengelola parkir keluar dengan wajah yang tampak kekesalannya.

Terdengar dari perbincangan mereka satu dengan yang lainnya. Meski mereka tak ingin diwawancarai, terlihat kesan keberatan atas perda drop off tersebut.

"Iya mereka memang keberatan. Pertama tempat mereka dijadikan tempat perlintasan. Misalnya yang lewat dari Panbil Mall menuju simpang Kepri Mall kalau macet, bisa lewat pintu Kepri Mall begitu juga Nagoya. Kedua, setiap masuk pasti diberikan kertas karcis, eh malah gratis padahal kertas dan tintakan dibeli. Berapa kendaraan yang lewat, berapa kertas yang habis," ujar Alex dalam menyampaikan unek-unek pengelola parkir.

Alex melanjutkan mensiasati kerugian-kerugian itu, bakal ada penyesuaian-penyesuaian teknis baru yang akan dibuat. Misalnya jalur keluar masuknya diubah, kemungkinan Sumber Daya Manusia (SDM) juga akan dikurangi.

"Pengurangan tenaga kerja ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian dari 15 menit gratis ini. Contoh di Bandara mereka merugi sepertiga dari penghasilan satu hari. Yang lainnya lebih dari itu," kata Alex.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved