Istighosah Kubro

Kiai Maruf Amin Beberkan Cita-citanya di Hadapan Ribuan Nahdliyyin. Beginilah Kisahnya

Begitupun saya yang tidak terlalu memikirkan hasilnya sekarang, tapi saya ingin mewariskan kebaikan, kemaslahatan untuk generasi Nahdliyyin

Kiai Maruf Amin Beberkan Cita-citanya di Hadapan Ribuan Nahdliyyin. Beginilah Kisahnya
KH Maruf Amin 

TRIBUNBATAM.ID - Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengungkapkan cerita yang membuat dirinya menerima pinangan untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

Cerita itu disampaikan KH Ma'ruf Amin saat menghadiri Istighosah Kubro, Minggu (28/10/2018) di GOR Sidoarjo. Ia pun menceritakan tentang kisah sebuah pohon dan orang tua.

"Waktu itu ada orang tua yang menanam pohon lalu ditanya oleh seseorang, mengapa masih mau menanam pohon padahal tidak akan menikmati buahnya karena pasti meninggal terlebih dahulu," kata Ma'ruf Amin saat menghadiri Istighosah Kubro, Minggu (28/10/2018) di GOR Sidoarjo.

Namun dengan bijak, kata Ma'ruf Amin,

Baca: Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf Se-Indonesia Godok Strategi di Surabaya

Baca: Kiai Maruf Amin Bakal Temui Tokoh Lintas Agama hingga Relawan di Kepri

orang tua tersebut menjelaskan, tujuan utama ia menanam pohon bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk anak cucunya nanti.

"Begitupun saya yang tidak terlalu memikirkan hasilnya sekarang, tapi saya ingin mewariskan kebaikan, kemaslahatan untuk generasi Nahdliyyin, dan para santri yang akan datang," kata Ma'ruf Amin.

Ma'ruf pun tidak mempermasalahkan jika ada yang menyebut dirinya tua, karena memang kenyataannya begitu.

"Semua sudah tahu itu, Pak Jokowi juga sudah tau kalau saya tua. Tapi kata WHO itu, umur tua adalah 80-100 tahun dan saya ini baru 75, jadi saya ini sebenernya belum tua tapi kalau kata WHO paruh baya karena ada di umur 60-80 tahun," kata mantan Ketua MUI ini.

Ia lalu bercerita, sebenarnya Jokowi bisa saja memilih cawapres dari kalangan politisi, profesional ataupun ekonomi, namun Jokowi lebih memilih dirinya yang seorang santri.

"Itu karena Pak Jokowi cinta santri, dan Pak Jokowi cinta ulama. Itulah mengapa Pak Jokowi lebih memilih berpasangan dengan santri dibandingkan yang lain," lanjutnya.

Di samping itu, Ma'ruf mengatakan PBNU juga menyarankan agar dirinya menerima pinangan tersebut, yang menyebabkan ia harus mundur dari jabatan Rais Aam PBNU.

Walaupun sudah mundur dari Rais Aam PBNU, Ma'ruf mengatakan, sampai kapanpun dia masih seorang kader dari Nahdlatul Ulama. (*)

Penulis: Purwoko
Editor: Purwoko
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved