Terkait Kasus Dokter Yusrizal, Ini Pesan Tegas Gubernur Kepri

"Saya minta Dinas Kesehatan harus memproses itu," tegas Gubernur Kepri tersebut.

Terkait Kasus Dokter Yusrizal, Ini Pesan Tegas Gubernur Kepri
ilustrasi dokter

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Status Yusrizal Saputra, dokter aparatur sipil negara yang bertugas di RSUP Kepri mengundang komentar Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tanjungpinang dalam kasus penyuntikan vitamin ke tubuh bidan Winda hingga pasiennya itu kehilangan kesadaran, dokter spesialis kandungan itu masih tetap bertugas.

Padahal Pemprov Kepri melalui Dinas Kesehatan Kepri sudah mengeluarkan rekomendasi untuk membebas-tugaskan dia sampai proses peradilan selesai.

Namun, Direktur RSUP Kepri Mukhtar L Munawar tidak mengindahkan rekomendasi tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Andi Asrun, Munawar masih mengizinkan Yusrizal bekerja.

Setidaknya ada dua alasan yang menjadi pertimbangan pihak RSUP Kepri. Pertama, Yusrizal masih berstatus tersangka dan ada kemungkinan kasusnya tidak sampai ke pengadilan.

Alasan ke dua, Yusrizal adalah seorang spesialis dan tenaganya sangat dibutuhkan karena RSUP Kepri masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

Namun, Nurdin sendiri secara tegas menginstruksikan agar Yusrizal tidak bekerja lagi di RS milik Pemprov Kepri tersebut.

"Saya kira alasan dia spesialis itu jangan dipakai lagi. Dia pikir dia spesialis sendiri. Nanti dia keenakan," ungkap Nurdin kepada awak media pada Senin (5/11/2018) pagi.

Nurdin menegaskan, Yusrizal sebagai seorang aparatur sipil negara harus menaati aturan yang ada. Kalau melanggar aturan maka dia harus menerima sanksi sesuai dengan aturan aparatur sipil negara yang berlaku.

"Saya minta Dinas Kesehatan harus memproses itu," tegas Gubernur Kepri tersebut.

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved