BATAM TERKINI

Wajib Pajak Pahlawan Pembangunan di Batam, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyebut wajib pajak (wp) yang ada di Batam sebagai pahlawan "pembangunan".

Wajib Pajak Pahlawan Pembangunan di Batam, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota  Amsakar Achmad
TRIBUNBATAM/ARGIANTO
Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Daerah Sumatera I KPK RI, Aldiansyah Malik Nasution, saat menjadi pembicara dalam kegiatan optimalisasi pajak daerah melalui sistem online, Kamis (4/10/2018) sore di lantai IV Gedung Wali Kota Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyebut wajib pajak (wp) yang ada di Batam sebagai pahlawan "pembangunan". Bukan tanpa sebab dia berkata demikian.

"Jalan yang dibangun sekarang ini, tak mungkin bisa dibangun kalau tak ada partisipasi dari bapak, ibu," kata Amsakar saat kegiatan sosialisasi penerapan pajak online sesuai Perwako No.25 Tahun 2016, Selasa (13/11/2018) di Gedung Pemko Batam.

Dibanding kota-kota lainnya, Batam juga terbilang sebagai daerah mandiri, yang bisa membiayai pembangunan daerahnya. Kemandirian daerah ini kata Amsakar, tergantung bagaimana pemerintah menggali potensi pendapatan di daerahnya.

Baca: Batam Bisa Biayai Pembangunan, Wakil Walikota Batam : Wajib Pajak Adalah Pahlawan Pembangunan

Baca: Gara-gara UMK Tinggi, Sudah 21 Perusahaan Hengkang dari Karawang. Ribuan Pekerja Kena PHK

Baca: Uang Rp 100 Juta Habis, Niat Nikahi Wanita Indonesia Gagal, Pria Asal Irak Ini Kini Tersandung Hukum

"Semakin besar pendapatan daerah, semakin besar juga program pembangunan yang dilakukan," ujarnya.

Untuk KUA-PPAS APBD Kota Batam 2019 saja, Pemko Batam menargetkan APBD sebesar Rp 2,8 triliun. Setengah dari target APBD 2019 itu, sebesar Rp 1,3 triliun atau Rp 1,4 triliunnya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"50 persennya dari PAD. Kalau daerah lain, sesak nafas. Karena mesti tunggu DAK atau dana transfer. Berkat bapak, ibu, kita bisa tak bergantung dari DAK. Tapi dari potensi lokal, kita sudah bisa bangun," kata Amsakar.

Ia tak menampik banyak yang mempertanyakan, apa gunanya membangun jalan-jalan saat ini. Namun menurut Amsakar, pembangunan yang dilakukan pihaknya punya dampak yang luar biasa. Terutama dengan tren kedatangan wisatawan mancanegara ke Batam.

"Semester 1 tahun 2018, angka kunjungan wisman ke Batam 1.044.000. Akhir tahun lalu, angka kunjungan wisman kita 1,5 juta," sebut Amsakar.

"Kalau kurva normal, semester 2 angka kunjungan wisman ini bisa 2.088.000 yang masuk ke Batam. Ini momentum bagi kita, di hotel, restoran dan lainnya. Makanya kita minta dukungan bapak, ibu. Harapkan uang yang didapat itu, digelontorkan lagi ke daerah," ujarnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved