Pecahkan Pipa Air ATB, BP Batam Layangkan SP1 ke PT Hansol dan PT Sunjin

Sebelum proyek dimulai, BP Batam juga sudah mengundang para pemilik utilitas seperti ATB, PLN, Telkom, gas, dan lainnya bahkan sudah ada grup WA.

Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.id/EKO SETIAWAN
Sejumlah petugas ATB sedang memperbaiki kerusakan pipa ATB di depan Cafe Kongkow Batam Centre, sejak Kamis (15/11/2018) siang sehingga mengakibatkan sebagian wilayah Batam Centre mengalami gangguan suplai air. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menindaklanjuti pecahnya pipa distribusi air ATB akibat pengerjaan pilling project pump station limbah PT Hansol, Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah mengeluarkan surat peringatan kepada mitranya itu.

Yakni kepada PT Hansol sebagai maincon dan PT Sunjin sebagai konsultan supervisi dalam proyek tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana kepada Tribun.

"Kemarin kami sudah kirim surat peringatan 1. Selanjutnya kami akan melakukan evaluasi teknis," kata Iyus, Sabtu (17/11/2018).

Ini bertujuan agar kejadian serupa, pecahnya pipa distribusi air ATB akibat pekerjaan proyek itu dan berdampak pada tidak mengalirnya air di permukiman warga, tidak terulang lagi.

Baca: Pecahkan Kaca Jendela, Zaynal Gasak Rp 40 Juta dari Laci Posko Pemenangan Caleg

Baca: Air di Batam Centre Tak Mengalir 2 Hari, Kantor ATB Mengaku Diserbu 2.000 Telepon dari Pelanggan

Baca: Sudah Melaju Kencang, Pesawat Lion Air Solo-Jakarta Mendadak Batal Terbang. 8 Penumpang Ogah Lanjut

Baca: Akibat Lamaran Ditolak, Pria Ini Naik Pitam dan Tikam Ibu Perempuan yang Dilamarnya

Evaluasi juga dilakukan terhadap para subcon yang bekerjasama dalam proyek tersebut bersama PT Hansol.

Lebih lanjut, Iyus mengatakan, terkait pekerjaan proyek itu, sebelumnya konsultan sudah melakukan survei dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Sebelum proyek dimulai, BP Batam juga sudah mengundang para pemilik utilitas seperti ATB, PLN, Telkom, gas, dan lainnya. Itu untuk mengetahui lokasi titik-titik utilitas yang ada, termasuk kedalaman pipa utilitas.

"Kita juga buat grup whatsapp utilitas," ujarnya.

Baru belakangan, pihaknya mengetahui jika subcon, pihak yang mengerjakan pumping station itu belum masuk grup tersebut. Namun menurutnya, itu bukan suatu alasan yang bisa dibenarkan.

"Seharusnya mereka sudah koordinasi antara maincon dan subcon. Karena subcon berada di bawah maincon. Tapi terkadang, di top manajemen sudah ok, tapi orang-orang di lapangannnya belum di-briefing," kata Iyus.

Namun untuk lebih pastinya, Iyus meminta ditanyakan langsung kepada pihak Hansol atau konsultan, proyek tersebut. Sementara itu, hingga saat ini dari pihak PT Hansol belum dapat dikonfirmasi. (wie)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved