Disperindag Kepri dan BI Adakan Pasar Murah di Tanjungpinang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri mengadakan pasar murah
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri mengadakan pasar murah di Bintan Center, Kota Tanjungpinang, Senin (24/11/2025).
Disperindag menggandeng Bank Indonesia (BI) terus menggencarkan pasar murah sebagai upaya stabilisasi harga bahan pokok menjelang akhir tahun 2025.
Kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, Pemprov Kepri berfokus pada pengawasan ketersediaan dan stabilitas harga sembako.
Lewat pasar murah ini, terbukti efektif dalam memangkas harga jual komoditas di bawah harga pasar biasa.
"Pasar murah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah guna membantu menjaga daya beli masyarakat di Tanjungpinang, Kepri," kata Nyanyang Haris Pratamura.
Pada momen ini, Pemerintah Daerah bekerjasama dengan beberapa pihak menyediakan sejumlah jenis sembako dengan harga murah.
Pemprov Kepri berkomitmen menjamin pasokan bahan pokok melalui koordinasi erat dengan Disperindag dan BI, terutama mengantisipasi tantangan pasokan sayuran dan komoditas pangan.
"Fokus utama kita adalah komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat yang rentan terhadap gejolak harga akibat faktor cuaca yang tak menentu," kata dia.
Pementintah telah menjalin kerja sama dengan provinsi-provinsi di Sumatera demi memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar dan mencukupi.
Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto P, meyampaikan inflasi daerah yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi Kepri yang sangat tinggi. Saat ini mencapai 7,48 persen.
Rony mengatakan pengendalian inflasi melalui pasar murah ini sangat krusial, mengingat adanya lonjakan tekanan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Yang menarik adalah inflasinya masih terjaga. Data terakhir kan 3,01 persen di atas nasional, tapi kan Kepri jauh pertumbuhannya.
BI Kepri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen memastikan kelancaran pasokan sesuai sasaran inflasi nasional, yaitu 2,5 persen ±1 persen.
Untuk itu pasar murah merupakan salah satu langkah strategis untuk mengendalikan inflasi akhir tahun.
Berikut Harga Sembako di Pasar Murah
- Beras merek Gonggong, Kampung Indah, dan Bulog (SPHT) semuanya dibanderol sama, yaitu Rp55.000 per 5 kilogram (kg).
| Lihat Penerapan K3, Komisi IX DPR RI Kunjungan Kerja ke Tambak Udang Kawasan FTZ Dompak |
|
|---|
| Pickleball Mulai Menggeliat di Tanjungpinang, Ada Tiga Lapangan Baru dan Sudah Ada Komunitas |
|
|---|
| Harga Elpiji 12 Kg di Tanjungpinang, Naik Signifikan, Warga Mulai Resah Karena Kemahalan |
|
|---|
| Ade Angga Pimpin Golkar Kepri Periode 2025-2030 Hasil Musda, Terpilih lewat Aklamasi |
|
|---|
| Pulang dari Malaysia, Pasutri Asal Medan Nekat Jadi Kurir Narkoba Dibekuk di Tanjungpinang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pasar-murah.jpg)