BINTAN TERKINI

Honorer Pemkab Bintan Jadi Kurir Narkoba, Ini Alasannya Hingga Dibekuk Polisi

RH mengaku selama ini ia menjadikan pekerjaan mengedarkan narkoba sebagai pekerjaan sampingan. Saat polisi yang menyidiknya bertanya, mengapa harus

Honorer Pemkab Bintan Jadi Kurir Narkoba, Ini Alasannya Hingga Dibekuk Polisi
TRIBUNBATAM.id/AMINUDDIN
Salah satu tersangka kasus narkoba yang diamankan Satresnarkoba Polres Bintan saat digiring masuk ruang tahanan, Senin (19/11/2018) 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - RH, satu dari lima tersangka kasus narkoba yang diungkap jajaran Satreskrim Polres Bintan pada Sabtu (17/11/2018) lalu menjadi bahan pergunjingan di kalangan pegawai honorer Pemkab Bintan.

Banyak yang tak menyangka, RH bakal terjerat barang haram. Apalagi selama ini tak terlihat dalam dirinya tampang macam kriminal. Informasi terhimpun, dalam perkara ini, RH tertangkap dalam posisi sebagai kurir alias pengedar.

"Kasihan betul dia itu. Tak kebayang kok bisa dia sampai terjerumus ke yang begituan," ujar seorang kawannya sesama honorer di Pemkab Bintan kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (19/11/2018).

Baca: Warga Langsung Berhamburan Lihat Api Lalap Rumah di Kawal Bintan

Baca: Resmikan Ruang Bersalin Puskesmas, Bupati Bintan Inginkan Generasi Cerdas

Baca: Ada Kapal Ikan Bantuan Berpindah Tangan, Bupati Apri Sujadi Tegaskan Ini Kepada Nelayan Bintan

RH dikenal ramah dan supel. Informasi terhimpun, sehari-hari RH bertugas sebagai sopir mobil dinas salah satu pejabat di Pemkab Bintan.

Tak ada yang mengira, di luar kesehariannya sebagai staf honor, ia mengedarkan narkoba jenis sabu di wilayah Kijang, Bintan Timur.

Saat TRIBUNBATAM.id ke Mapolres Bintan Senin siang, RH terlihat tengah berjalan gontai dari ruang penyidikan Satresnarkoba dengan mengenakan baju tahanan berwarna orange.

Langkah kakinya tidak normal, seperti pincang. Ia sempat melempar senyum saat TRIBUNBATAM.id berpapasan dengannya. Tak ada kata-kata keluar dari mulutnya selain senyum kecil.

Kasatresnarkoba Polres Bintan AKP Nendra Madya Tias mengatakan, RH saat diringkus Sabtu malam lalu di Kijang, mengelak berkali-kali kalau ia terlibat kasus narkoba. Namun dalam penyelidikan selanjutnya, ia kemudian mengakui keterlibatannya.

"Ia kemudian mengakui terlibatannya. Katanya ia terpaksa melakukannya karena jadi tulang punggung keluarganya. Katanya orang tuanya buta, dan juga harus menghidupi anak dan istrinya. Anaknya dua orang," kata Nendra.

Kepada polisi, RH mengaku selama ini ia menjadikan pekerjaan mengedarkan narkoba sebagai pekerjaan sampingan. Saat polisi yang menyidiknya bertanya, mengapa harus memilih sabu sebagai pekerjaan sampingan, RH tak mampu lagi berkomentar.

"Jadi sempat kita tanya begitu, kenapa harus itu (sabu) yang dijadikan pekerjaan sampingan. Kenapa bukan yang lain, ia diam saja," kata Nendra.

Kini RH harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas kasus yang menjeratnya. Ia diringkus anggota Satresnarkoba bersama empat tersangka lainnya di Kijang, Bintan Timur.

Polisi menciduk para tersangka di antaranya di Jalan Pelabuhan II No. 08 Kampung uala Lumpur Kelurahan Kijang Kota, Pujasera Jl. Barek Motor Kijang Kel. Kijang Kota dan Kp. Sei Datuk Kijang Kota, Bintan Timur .

Adapun barang bukti yang diaamankan dari para tersangka yakni sabu 2,38 gram.(min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved