Jika China Tak Mau Tunduk, Amerika Serikat Ancam Naikkan Tarif Produk China Jadi 500 Miliar Dolar AS

Wakil Presiden AS Mike Pence menyatakan ada kemungkinan AS akan melipatgandakan tarifnya, kecuali China tunduk pada tuntutan AS.

Jika China Tak Mau Tunduk, Amerika Serikat Ancam Naikkan Tarif Produk China Jadi 500 Miliar Dolar AS
Thinkstock.com/andriano_cz
Ilustrasi perang dagang 

Jika China Tak Mau Tunduk, Amerika Serikat Ancam Naikkan Tarif Produk China Jadi 500 Miliar Dolar AS

TRIBUNBATAM.id, PORT MORESBY - Amerika Serikat (AS) tidak akan mundur dari perselisihan dagangnya dengan Cina. Terbaru Wakil Presiden AS Mike Pence menyatakan ada kemungkinan AS akan melipatgandakan tarifnya, kecuali China tunduk pada tuntutan AS.

Dalam pidato blak-blakan dalam KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Papua Nugini, Pence melemparkan tantangan ke China pada perdagangan dan keamanan di wilayah tersebut.

"Kami telah mengambil tindakan tegas untuk mengatasi ketidakseimbangan kami dengan China. Kami mengenakan tarif US$ 250 miliar untuk barang-barang China, dan tarif bisa jadi dua kali lipat. AS tidak akan mengubah arah sampai China mengubah cara kerjanya," ujar Pence seperti yang diberitakan Reuters, Sabtu (17/11/2018).

Baca: Menteri Perhubungan Beri Warning, Gojek dan Grab Bisa Terancam Dicabut Izin Operasi

Baca: Teras Warga Kalianda Kena Semburan Debu Panas dan Hitam, Diduga Efek Letusan Gunung Anak Krakatau

Baca: Hasil Lengkap, Klasemen & Top Skor Liga 1 Setelah Persib Bandung Kalah, Persebaya Pesta Gol di Bali

Baca: Tomat Hingga Brokoli, 7 Jenis Sayuran Ini Tidak Disarankan Dikonsumsi Mentah. Ini Alasannya!

Baca: INFO CPNS 2018 - Sudah 8 Instansi Umumkan Hasil Tes SKD CPNS 2018, Cek Hasilnya Disini!

Peringatan keras kemungkinan akan menjadi berita yang tidak diinginkan ke pasar keuangan yang masih berharap mencairnya perselisihan Cina-AS. Juga menjadi pertanda kesepakatan yang sama pada pertemuan G20 akhir bulan ini di Argentina.

Presiden AS Donald Trump yang tidak menghadiri pertemuan APEC, akan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Argentina.

Peringatan Pence itu bertolak belakang dengan pernyataan yang dibuat oleh Trump pada Jumat (16/11/2018). Trump mengatakan pihaknya mungkin tidak memberlakukan tarif lebih bila China telah mengirim daftar langkah-langkah untuk mengatasi ketegangan perdagangan kepada AS.

Trump telah memberlakukan tarif impor senilai US $ 250 miliar untuk memaksa konsesi pada daftar tuntutan yang akan mengubah syarat perdagangan antara kedua negara. China telah menanggapi dengan tarif impor barang AS.

Washington menuntut Beijing meningkatkan akses pasar dan perlindungan hak milik intelektual untuk perusahaan AS. Juga memotong subsidi industri dan memangkas selisih perdagangan sebesar US$ 375 miliar.

“China telah mengambil keuntungan dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Hari-hari itu sudah berakhir, ”kata Pance kepada para delegasi yang berkumpul di kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Fairfax Port Moresby.

Dia juga membidik ambisi teritorial Tiongkok di Pasifik terutama one belt one road untuk memperluas hubungan darat dan laut antara Asia, Afrika dan Eropa dengan miliaran dollar dalam investasi infrastruktur.

Meskipun tidak merujuk langsung ke klaim China atas berbagai perairan yang disengketakan di kawasan itu, Pence mengatakan, AS akan bekerja untuk membantu melindungi hak-hak maritim.

“Kami akan terus terbang dan berlayar ke mana pun selama hukum internasional mengizinkan dan sesuai kepentingan kami. Pelecehan hanya akan memperkuat tekad kami," tambah Pence.

Beberapa menit sebelumnya, Xi telah berbicara panjang lebar tentang inisiatifnya dan perlunya perdagangan bebas di seluruh wilayah. “Ini bukan klub eksklusif yang tertutup bagi non-anggota, juga bukan jebakan karena beberapa orang telah melabelinya,” kata Xi tentang proyek gagasannya.

Dia juga menyebut proteksionisme sebagai pendekatan yang picik yang ditakdirkan untuk gagal. "Sejarah telah menunjukkan bahwa konfrontasi, apakah dalam bentuk Perang Dingin, perang panas, atau perang dagang tidak akan menghasilkan pemenang," kata Xi. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved