BP Batam Gesa Pengerjaan Proyek IPAL Bengkong Sadai, Target Selesai Tahun Depan

"Pipa yang sudah terpasang atau tertanam saat ini sudah sekitar 60 km dari target 114 km," kata Iyus, Selasa (25/12/2018).

BP Batam Gesa Pengerjaan Proyek IPAL Bengkong Sadai, Target Selesai Tahun Depan
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Uji coba Andrich Tech System, alat pengolah air limbah menjadi air bersih di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Batam Center, Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam masih menggesa pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai.

Targetnya proyek ini bisa selesai akhir tahun depan (2019). Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, untuk progres total keseluruhan dari jaringan pipa, stasiun pompa dan lain sebagainya yang sudah dibangun, saat ini bisa dibilang prosentasenya sudah 35 persen.

"Pipa yang sudah terpasang atau tertanam saat ini sudah sekitar 60 km dari target 114 km," kata Iyus, Selasa (25/12/2018).

Sementara itu, dari lima stasiun pompa yang akan dibangun, saat ini baru dikerjakan stasiun pompa untuk empat stasiun pompa. Jika dikalkulasi, prosentasenya baru sekitar 40 persen.

"Untuk waste water treatment plant (WWTP) sendiri, baru dikerjakan awal November. Kita targetkan bisa selesai Desember 2019," ujarnya.

Baca: Nilai Bitcoin Melonjak Tiga Kali Lipat setelah Lama Terpuruk: Begini Nasib Investor

Baca: Kekayaan Ahok saat Bebas 24 Januari 2019. Ini Bisnisnya

Baca: Pengunjung Padati Pantai Trikora, Spot Satu Ini Paling Diburu Untuk Selfie

Baca: kunci Gitar Lagu Perfect Ed Sheeran. Cocok Nyanyi Bareng Pacar

Dalam pengerjaan jaringan pipa ke IPAL ini, juga dipasang pipa sambungan ke rumah-rumah warga sepanjang lebih kurang 500 km.

Dari target 43 perumahan di Batam Center yang akan dilayani, saat ini sedang dikerjakan jaringan perpipaan untuk 20 perumahan.

"Seperti di Citra Batam, Greenland, Sukajadi, Anggrek Sari, Kembang Sari, Orchid Park dan lainnya," kata Iyus.

Proyek IPAL Bengkong Sadai mempunyai arti penting untuk Batam. Sebab saat ini buangan limbah domestik di Kota Batam, mayoritas masih mengalir ke waduk.

Sebagian lagi ke pantai dan sungai. Dengan adanya IPAL ini, diharapkan buangan limbah domestik bisa langsung terhubung ke IPAL, dan tidak mencemari kualitas air bersih yang ada di Batam.

IPAL Bengkong Sadai dapat mengalirkan air limbah sebanyak 230 liter per detik dan dapat menghasilkan kompos sebanyak 18 meter kubik per hari.

Nantinya di IPAL ini, air limbah juga akan diolah sedemikian rupa, dan dijadikan sebagai tambahan air baku di Batam. Pelaksanaan proyek ini mendapat dukungan dari pemerintah Korea Selatan dengan bantuan pinjaman lunak sebesar Rp 387 miliar dan direncanakan akan rampung pada 2019.

Sementara itu, disinggung masalah kurang koordinasi yang pernah terjadi antara kontraktor utama PT Hansol dan pemiliki jaringan utilitas seperti ATB, Iyus mengatakan, penyelesaiannya masih dilakukan negosiasi.

"Masih negosiasi, tapi sudah mengerucut," ujarnya.(wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved