PEMILU 2019

Usai Vonis Percobaan Dua Caleg Perindo, Bawaslu Karimun Segera Koordinasi dengan Polisi dan Jaksa

"Sekarang saya belum bisa jawab. Nanti akan kami bahas dulu dengan pihak polres dan kejaksaan. Kami akan bawa pada pembahasan keempat.

Usai Vonis Percobaan Dua Caleg Perindo, Bawaslu Karimun Segera Koordinasi dengan Polisi dan Jaksa
TRIBUNBATAM.id/RACHTA YAHYA
Nurhidayat Ketua Bawaslu Karimun 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karimun mengaku belum bisa memberikan komentar perihal putusan Majelis Hakim pada sidang dugaan money politic dua caleg Partai Perindo Kepri, Dr Edyson Tatulus dan Indri Ceria Agustin.

Namun begitu, Bawaslu berjanji akan segera memberikan jawaban setelah pihaknya menggelar koordinasi dengan Polres Karimun dan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun.

"Sekarang saya belum bisa jawab. Nanti akan kami bahas dulu dengan pihak polres dan kejaksaan. Kami akan bawa pada pembahasan keempat. Saya sudah kontak Kasatreskrim dan Kasipidum, mereka juga minta waktu. Kita masih ada waktu hingga Kamis besok untuk menyatakan sikap, apakah banding atau tidak," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Nurhidayat, Minggu (30/12/2018).

Baca: Dua Caleg Perindo Kepri Lolos Jeratan Penjara. Namun Terdakwa Edyson Sebut Ada Keanehan. Kok Bisa?

Baca: VIDEO. Sidang Money Politic Caleg Perindo, Pengacara Sebut Edyson Tahu Status Terdakwa dari Media

Baca: Sidang Money Politic Caleg Perindo Kepri, Saksi Ahli Kuatkan Dakwaan JPU

Baca: Sidang Dugaan Money Politic Caleg Perindo Kepri - Hakim Sebut Edyson Tak Hormati Persidangan

Meski begitu, Nurhidayat mengatakan cukup puas karena apa yang mereka laporkan ke Sentra Gakkumdu perihal dugaan money politic, tiga caleg Partai Perindo Kepri, dua diantaranya dinyatakan terbukti oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun.

"Intinya ini sudah terbukti, itu dulu ya. Yang lain, tunggu, kami koordinasi dulu di Sentra Gakkumdu," kata Nurhidayat.

Nurhidayat juga sempat menyinggung perihal status Andi Kusama, Ketua DPW Partai Perindo Kepri yang sempat disebut-sebut di dalam persidangan.

"Soal itu, seperti yang kami sampaikan sebelumnya. Penetapan status tersangka bukan pada kami tapi di penyidik kepolisian. Ranah kami hanya sebagai pihak pelapor, jadi, kalau kami dituding ceroboh, itu salah alamat karena bukan ranah kami menetapkan status tersangka seseorang," kata Nurhidayat.

Seperti diketahui, dua caleg Partai Perindo Kepri yakni Dr Edyson Tatulus (58) dan Indri Ceria Agustin (22) dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun pada Jumat (28/12/2018) lalu.

Namun keduanya hanya dikenakan hukuman percobaan selama 8 bulan bagi Dr Edyson Tatulus dan 4 bulan bagi Indri Ceria Agustin.

Baik JPU maupun terdakwa mengatakan pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim tersebut dan akan diberikan waktu selama 3 hari kerja.(yah)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved