BATAM TERKINI

DPRD Batam Sorot Penanganan Gepeng tak Serius, Kini Pengemis Mulai Marak di Beberapa Lampu Merah

Mulai bermunculan gelandangan dan pengemis atau Gepeng di beberapa sudut di Kota Batam membuat warga mulai resah.

DPRD Batam  Sorot Penanganan Gepeng tak Serius, Kini Pengemis Mulai Marak di Beberapa Lampu Merah
Suasana razia pengemis dan gepeng oleh Dinsos Kota Batam 

Gelandangan dan Pengemis kini mulai muncul di sejumlah lampu merah di Batam. Dewan Minta Dinsos untuk  menghilangkan gepeng di Batam.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mulai bermunculan gelandangan dan pengemis atau Gepeng di beberapa sudut di Kota Batam membuat warga mulai resah. Seperti di Nagoya, Jodoh, Batam Center dan Batuaji, para gepeng di beberapa titik lampu merah sering dijumpai.

Padahal, beberapa waktu lalu Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam telah melakukan penertiban.

Terkait dengan kondisi ini, Anggota Komisis IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho mengatakan, kondisi gepeng yang terkesan tiada habisnya, adalah masalah serius. Udin menilai, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam yang saat ini dipimpin oleh Hasyimah tidak serius menangani gepeng.

DPRD Batam Minta Satpol PP Lakukan Patroli dan Razia Gepeng Jelang Lebaran

Honorer Dishub Okta Dipecat Karena Lakukan Pelanggaran Berat Bawa Taksi Online yang Ditahan Dishub

Imigrasi Karimun Launching Aplikasi Online Apopo. Pemohon Bisa Daftar Antrian dari Rumah

“Program Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam sejauh ini kami pantau, tidak ada yang menyentuh. Tidak ada habisnya masalah gepeng. Karena memang pokok persoalannya tidak tertangani dengan baik. Kayak separoh hati,” kata Udin P Sihaloho.

Udin mengatakan selama ini, meski gepeng sudah ditangani, mereka kembali lagi ke jalan. Selain itu, Udin mengkritisi, keberadaan Gedung Pusat Rehabilitasi Sosial Nilam Suri yang terletak di Jalan Hang Lekir, Nongsa, Batam, yang dibangun 2009 dengan anggaran Rp 7 miliar, juga menjadi proyek gagal.

“Kenapa saya bilang proyek gagal, sampai saat ini gedung itu belum sepenuhnya difungsikan sebagai apa. Katanya untuk rehabilitas. Rehabilitas bagaimana? Gepeng masih ada,” katanya.

Udin berharap, anggaran Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam 2019 yang bernilai sekitar Rp 27 miliar untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Udin menyarankan, gepeng yang sudah diamankan tidak cukup hanya dibina begitu saja.

“Karena habis ditahan dan dibina, 2-3 hari lagi balik ke jalan. Tapi jalan keluar, sebagai kepala dinas yang bergerak di situ, harus mampu memikirkan agar Batam bebas gepeng,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam Hasyimah. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam Hasyimah mengakui, ada beberapa kendala yang dialami menangani gepeng selama ia kurang lebih dua tahun menjabat.

Kendala yang dihadapai antara lain keterbatasan dana, dan karakter para gepeng yang sudah diamankan, lalu kabur begitu saja.

"Kondisi ini yang kadang membuat kami sulit menjangkau. Juga termasuk anggaran yang sangat minim dan terbatas. Kan kalau bergerak mengamankan itu ada dana yang keluar," paparnya.

Selain itu, soal pengamanan gepeng bukan saja hanya wewenang instansi yang dia pimpin. Namun Satpol PP sebagai penegak Perda juga menjadi bagian yang ikut mengamankan gepeng.
Hasyimah menambahkan, minggu depan, pihaknya akan turun.
"Kami akan lakukan itu minggu depan. Kami akan gandeng Satpol PP. Insya Allah minggu depan, kami akan turun," ujarnya.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved