KARIIMUN TERKINI

Kakanwil BC Kepri Respon Keluhan Apotik dan Toko Obat Karimun, Sebut BC Batam Segera Carikan Solusi

Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto mengatakan, permasalahan tersebut sudah dibicarakan dengan jajaran KPU BC Kota Batam

Kakanwil BC Kepri Respon Keluhan Apotik dan Toko Obat Karimun, Sebut BC Batam Segera Carikan Solusi
RACHTA YAHYA
Kakanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto. TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Kepulauan Riau merespon keluhan pengusaha apotik dan toko obat di Tanjungbalai Karimun perihal lamanya proses pengiriman obat-obatan dan alat kesehatan dari Kota Batam yang diduga dipicu pemeriksaan barang di Kantor Pelayanan Utama (KPU) BC Kota Batam.

Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto mengatakan, permasalahan tersebut sudah dibicarakan dengan jajaran KPU BC Kota Batam.

"Alhamdulillah masalah ini semalam sudah kami bicarakan dengan teman-teman di KPU BC Batam.
Jadi kendalanya ada di sana," kata Agus Yulianto kepada TribunBatam.id, Kamis (17/1/2018).

Kakanwil juga mengatakan, KPU BC Kota Batam juga berencana mengundang pengusaha yang tergabung dalam asosiasi Pedagang Farmasi Besar (PBF) Kota Batam, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tanjungbalai Karimun dan pihak RSUD Muhammad Sani Karimun.

Agus mengatakan, sebetulnya persoalan itu bermula dari keinginan pedagang dan distributor obat melalui asosiasinya untuk patuh mengikuti prosedur kepabeanan.

"Karena mereka sendiri kuatir kena operasi BPOM," kata Agus Yulianto.

Apotik dan Toko Obat Karimun Keluhkan Barang Pesanan Baru Sampai 2 Bulan dari Batam. Ada Apa?

Pengiriman Obat-obatan dari Batam Acap Molor. Kadinkes Karimun Minta Distributor Cari Solusi

Tidak Ada Reaksi Pengawas Disnkaer Kepri, DPRD Karimun Soroti Perusahaan Bermasalah

Untuk pengiriman keluar Batam sebagai Kawasan Bebas, pedagang dan distributor obat kemudian mengajukan PP FTZ Nomor 01.

Agus menyebut, langkah pedagang itu mendapat apresiasi serta difasilitasi oleh jajaran KPU Kota Batam. 

"Jadi butuh waktu lah untuk mengurus itu, sehingga pada akhirnya berimbas pada penyelesaian dokumen PP FTZ-nya, sehingga kemudian terjadi kelambatan pengiriman.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengusaha apotik dan toko obat di Tanjungbalai Karimun mengeluhkan lambatnya proses pengiriman obat-obatan dan barang kesehatan lainnya dari Kota Batam ke Karimun.

Bahkan ada yang mengaku barang baru diterima 2 bulan pasca pemesanan.

Selain itu, kadang barang yang diterima dalam kondisi rusak.

Imbasnya, omset berkurang karena transaksi jadi berkurang. Mereka menyayangkan karena obat-obatan sifatnya emergency dan sangat dibutuhkan masyarakat.

Berdasarkan penelusuran mereka kepada distributor di Kota Batam, hal itu diduga dipicu oleh lambatnya proses pemeriksaan barang di KPU BC Kota Batam.

"Katanyaa sekarang mesti isi formulir FTZ 01 dan 02 di BC Batam. Biasanya barang 4 hari sudah sampai, ini bisa sebulan, dua bulan baru sampai. Kalau begini, susah kita mau berdagang. Tidak kami saja, kadang obat-obatan di rumah sakit juga kena imbasnya. Katanya, pihak rumah sakit kadang terpaksa jemput sendiri ke Batam karena emergency," kata seorang pemilik toko obat di Karimun. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved