KARIMUN TERKINI

Sidang Sabu 19,7 Kg di Karimun - Divonis 19 Tahun Penjara, Denda Rp 1 M, Mata Firdaus Berkaca-kaca

Saat kembali ke tempat duduknya, Firdaus alias Ferdi terlihat beberapa kali mengusap mata yang mulai memerah dan berkaca-kaca

Sidang Sabu 19,7 Kg di Karimun - Divonis 19 Tahun Penjara, Denda Rp 1 M, Mata Firdaus Berkaca-kaca
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Sidang tuntutan perkara sabu seberat 19 kilogram dengan terdakwa masing-masing Samad, Burhanudin dan Firdaus terpaksa kembali ditunda untuk ketiga kali oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Kamis (6/12/2018) 

Sidang Putusan Sabu 19,7 Kg di Karimun. Divonis 19 Tahun, Denda Rp 1 Miliar, Mata Firdaus Berkaca-kaca

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun menggelar sidang perkara kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 19,7 Kilogram, Kamis (24/1) sore mulai sekitar pukul 15.30 WIB.

Sidang kali ini digelar dengan agenda mendengarkan putusan Majelis Hakim. Turut hadir dalam JPU dan Penasehat Hukum ketiga terdakwa.

Sidang dimulai dengan pembacaan putusan untuk terdakwa Firdaus alias Ferdi. Majelis Hakim yang diketuai oleh Yanuard itu menyatakan Firdaus alias Ferdi secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah.

Firdaus dan Ferdi dijatuhi hukuman penjara selama 19 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsider 3 bulan kurungan.

Vonis tersebut terbilang di bawah tuntutan JPU Aditya Rachman Rosadi yang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa masing-masing 20 tahun penjara.

Mendengar putusan Majelis Hakim itu, terdakwa Firdaus alias Ferdi terlihat lemas. Langkahnya terlihat gontai. Wajahnya juga terlihat murung. Tidak ada senyuman dari bibirnya.

Formasi Persib 2019 Dikaitkan dengan Fabiano Beltrame. Nilai Transfer Rp1,6 Miliar

Jembatan Karya BJ Habibie di Batam Dua Kali Ditabrak Kapal Asing, Polisi Usut Insiden Eastern Glory

Naik Lion Air Bagasi Harus Bayar, Begini Reaksi Penumpang Saat Ditawari Beli Oleh-oleh di Bandara

Meski begitu, ia terlihat coba tegar dengan tetap menyalami satu per satu ketiga Hakim, JPU dan Penasehat Hukumnya.

Saat kembali ke tempat duduknya, Firdaus alias Ferdi terlihat beberapa kali mengusap mata yang mulai memerah dan berkaca-kaca namun ia tidak menangis.

Firdaus alias Ferdi kemudian berkonsultasi dengan Penasehat Hukumnya. Hasilnya, ia menyatakan pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim tersebut.

Halaman
12
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved