Bintan Terkini

Nelayan Bintan Ramai-Ramai Berhenti Melaut, Cuaca Buruk Gelombang Capai 3 Meter

Ombak di laut kadang bisa sampai 3 meter. Keselamatan diri jadi taruhan

Nelayan Bintan Ramai-Ramai Berhenti Melaut, Cuaca Buruk Gelombang Capai 3 Meter
Tribunbatam.id/Aminudin
Seorang nelayan di Bintan tengah memperbiki jaring di rumah. Musim utara, banyak nelayan stop melaut. 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Sejumlah nelayan terhimpit di tengah musim utara saat ini. Mereka banyak yang berhenti melaut karena kondisi cuaca.

Ombak di laut kadang bisa sampai 3 meter. Keselamatan diri jadi taruhan.

Kejadian nelayan tenggelam hingga terombang ambing di lautan menghantui nelayan. Pekan lalu misalnya, warga Kecamatan Gunung Kijang dikejutkan insiden nelayan tenggelam dan terombang ambing di laut. Beruntung nyawa mereka diselamatkan kapal nelayan.

INFO BMKG - Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Kepri Hari Ini, Ombak di Natuna Bisa 3 Meter

Update Kapal Nelayan Karimun Tenggelam di Papua, 2 Warga Karimun Jadi Korban

Jadwal Ceramah Ustaz Abdul Somad di Lapangan Relief Antam, Kijang, Bintan Jumat Malam Ini

Wardi (45) seorang nelayan di Kawal, Kecamatan Gunungkijang salah satunya. Sudah empat bulan lebih ia tidak melaut. Walhasil selama itu ia menganggur. Ia banyak menghabiskan waktu di rumah.

Jika suntuk, Wardi mengisi kegiatan dengan memperbaiki jaring. Untuk menyambung hidup selama musim paceklik, Wardi mau tak mau menggadaikan barang barang berharga. Barang elektronik diantaranya.
"Terpaksa digadikan. Buat makan dan nutupin kebutuhan sekolah,"katanya.

Mencari pekerjaan lain sulit bagi dia. Karena kapal dan jaring harus tetap dirawat agar siap untuk dipakai ketika musim angin bagus.

“Kalau cari pekerjaan lain tidak mungkin karena harus rawat kapal dan jaring. Jika tidak, rusak di makan rayap dan lain sebagainya,” paparnya.

Dalam setahun, nelayan hanya bisa melaut sekitar 6 bulan yaitu dimulai pada bula. Dan hasil yang didapat saat turun ke laut itupun dipakai untuk lunasi hutang-hutang selama menganggur.

“Waktu turun kadang sampai 3 ton. Tapi itu hasilnya kan dibagi-bagi ke anggota dan bayar-bayar hutang sebelumnya,”sebutnya.

Wardi satu diantara banyak nelayan di Bintan yang mengalami nasib sama. Ada banyak nelayan yang mengalami kondisi hidup perihatin seperti dia.

"Saya sendiri utangku sama toke sudah banyak. Pening betul kite ini,"ujar Ujang, nelayan lain.

Nelayan berharap pemerintah Kabupaten Bintan turut memperhatikan kondisi nelayan. Setidaknya membuat terobosan program bagi nelayan di musim utara. Ia sendiri mengaku jarang menerima bantuan dari pemerintah.

"Tiap kali bantuan dari pemerintah keluar, saya tidak dapat. Ya, harapannya, semoga pemerintah bisa memperhatikan hal ini,”harapnya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved