Anambas Terkini

Serunya Latihan Pengamanan Pemilu, TNI AL Hadang Massa Terobos Kantor Bupati

Bongkar...bongkar..bongkar...bongkar KPU, bongkar KPU sekarang juga. Satukan barisan, jangan berpencar

Serunya Latihan Pengamanan Pemilu,  TNI AL Hadang Massa Terobos Kantor Bupati
Tribunbatam.id/Septyan Mulia Rohman
Prajurit TNI AL melakukan blokade massa yang akan menerobos kantor Bupati dalam simulasi pemilu. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kerumunan massa mencoba mendatangi kantor Bupati. Sambil membawa berbagai atribut, mereka tidak terima dan menilai ada manipulasi dalam penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Beberapa kali terdengar teriakan orator yang menyulut reaksi massa.

"Bongkar...bongkar..bongkar...bongkar KPU, bongkar KPU sekarang juga. Satukan barisan, jangan berpencar," ujar salahseorang orator Kamis (31/1/2019).

Personel Lanal Tarempa pun terlihat menghadang arah jalan massa. Awalnya mereka mencoba melakukan persuasif sambil meminta kepada massa untuk menyalurkan aspirasi melalui prosedur yang berlaku dan kondusif.

Perwakilan TNI AL yang sempat meminta perwakilan massa untuk berdialog.

Sayang, tidak ada kata sepakat dan massa semakin beringas berniat merangsek masuk menuju kantor Bupati. Bentrokan pun akhirnya tak dapat dihindari. Langkah tegas pun dilakukan.

Anggota Lanal Tarempa yang sudah mengambil sikap siaga, akhirnya memukul mundur massa. Aksi yang dilakukan itu untungnya bukan aksi yang sebenarnya.

Namun, aksi massa seperti ini bisa saja terjadi saat pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 nanti.

Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Nur Rochmad Ibrahim mengatakan, fokus TNI dalam hal ini Lanal Tarempa untuk membantu pelaksanaan perbantuan berdasarkan permintaan dari Polri.

Latihan pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden inipun dilaksanakan secara serentak di seluruh Koarmada I. Selain perang, terdapat tugas lain TNI merujuk Undang Undang nomor 34 tahun 2004, yakni melaksanakan perbantuan dengan Polri untuk menjaga stabilitas dan keamanan Negara.

"Latihan ini dimulai setelah ada telegram terhitung tanggal 28 Januari hingga 8 Februari 2019," ungkapnya.

Danlanal Tarempa pun juga menekankan kepada prajurit Lanal Tarempa untuk menjaga dan mempertahankan netralitas. Nur Rochmad pun bahkan tidak segan-segan menindak prajurit Lanal Tarempa apabila ada yang terbukti terlibat tidak netral selama proses pesta demokrasi ini.

"Saya tidak ingin ada prajurit Lanal Tarempa yang terlibat. Kalau ada, berhadapan langsung dengan Komandan Lanal Tarempa. Tentunya ada proses yang kami berikan dan sanksi yang berlaku di TNI. Saya juga menegaskan pergerakan berdasarkan perintah dan Komando dari atas," tegasnya seraya meminta prajurit Lanal Tarempa untuk mempersiapkan diri.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved