Dewan Pers akan Bentuk Satgas Bubarkan Media Abal-abal, Kominfo Siap Menutup & Memblokir

Dewan Pers dan Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika membentuk satuan tugas (satgas) untuk menelusuri

Dewan Pers akan Bentuk Satgas Bubarkan Media Abal-abal, Kominfo Siap Menutup & Memblokir
KOMPAS/JOSIE SUSILO HARDIANTO
Ketua Dewan Pers Josep Stanley Adi Prasetyo 

TRIBUNBATAM.id - Dewan Pers bersama Kominfo akan memblokir dan menutup media abal-abal yangdianggap meresahkan.

Dewan Pers dan Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika membentuk satuan tugas (satgas) untuk menelusuri keberadaan media dalam jaringan (daring) abal-abal.

Satgas ini pula yang bakal menutup laman media abal-abal yang dianggap meresahkan.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menuturkan, satgas itu sudah dibentuk sejak Desember 2018

Sementara teknis kerja sama masih disusun.

"Sedang kami siapkan dan tinggal menandatangani perjanjian kerja sama. Polisi hanya back up, tetapi hanya kami dan Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika)," kata Yosep di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dikutip Tribunbatam.id dari Kompas.com

8 Fakta Kasus Pembunuhan Wanita di Bengkong Batam, Akan Berulang Tahun Hingga Rencana Menikah

1 Dari 7 PSK yang Diamankan Polisi Ternyata Mahasiswi di Batam, Umurnya Masih Belasan Tahun

Sempat Tak Diperbolehkan Masuk, Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng Senin (11/2) Pagi

Media yang dianggap masuk kategori perlu dideteksi adalah yang mengimitasi media arus utama dan menulis secara sewenang-wenang.

Daftar media yang masuk kategori tersebut akan diserahkan kepada Kominfo untuk diblokir dan ditutup.

Sejauh ini, sudah terdapat media daring abal-abal yang ditutup Kominfo karena melakukan pemerasan.

"Sudah ada, ya yang keterlaluan," ujar Yosep.

Selain laporan masyarakat tentang media daring abal-abal, satgas media online juga menindaklanjuti temuan di lapangan.

Sementara untuk jurnalis abal-abal yang melakukan pemerasan dikatakannya bukan ditangani Dewan Pers, melainkan pihak kepolisian.

Selain satgas tersebut, Dewan Pers pun melakukan upaya pencegahan berupa verifikasi perusahaan pers, uji kompetensi wartawan serta literasi ke daerah-daerah tentang hoaks.

Yosep menegaskan sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, siapa pun diperbolehkan membuat bisnis media asal terdaftar hukum, mencantumkan alamat jelas, memiliki standar perlindungan wartawan serta memberikan perlindungan dan pelatihan. (*)

BREAKING NEWS - Wanita Tewas Bersimbah Darah di Bengkong, Ditemukan dengan Tangan Terikat . TRIBUNBATAM.id - Seorang wanita muda berinisial F ditemukan tewas dengan luka di rumahnya, Bengkong, Batam, Senin (11/2/2019) siang ini . Informasi yang dihimpun, korban juga diikat di kamar . Seorang tetangga korban mengatakan kalau korban ditemukan dalam kondisi telungkup dan diikat tangannya . Wartawan Tribunbatam terus mengembangkan kasus ini . Update Berita batam.tribunnews.com Check & Swipe Up Story @tribunbatamdotcom . #tribunbatam #tribunbatamdotcom #tribunbatamid #breakingnews #breakingnewsbatam #pembunuhanbatam #pembunuhandibengkong #beritabatam #pembunuhanwanitadibatam #wanitadibunuhdengantanganterikat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dewan Pers Bentuk Satgas untuk Bubarkan Media Abal-abal"

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved