Volume Air Sei Bati Berkurang, IPA Sentani Dioperasikan Bantu Pasokan Air

"Sumber air di Bati berkurang karena kemarau. Jadi kita antisipasi dengan mengurangi waktu operasional di Sei Bati, yang biasanya 24 jam kita kurangka

Volume Air Sei Bati Berkurang, IPA Sentani Dioperasikan Bantu Pasokan Air
TRIBUNBATAM.id/RACHTA YAHYA
Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Karimun di waduk Sentani siap dioperasikan PDAM Tirta Karimun pada April mendatang. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Dua proyek Pembangunan Instalansi Pengolahan Air (IPA), yakni dari dana APBD dan APBN, di Waduk Sentani telah rampung 100 persen.

Bahkan proyek yang bersumber dari dana APBD saat ini telah mulai beroperasi meskipun belum diresmikan.

Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena volume air di Waduk Sei Bati mulai berkurang akibat musim kemarau.

Dirut PDAM Tirta Karimun, Indra Santo mengatakan IPA Waduk Sentani yang telah dioperasikan tersebut saat ini masih berstatus pinjam pakai dari Dinas PUPR Kabupaten Karimun.

"Sumber air di Bati berkurang karena kemarau. Jadi kita antisipasi dengan mengurangi waktu operasional di Sei Bati, yang biasanya 24 jam kita kurangkan menjadi 10 atau 12 jam. Kemudian kita operasikan air dari Sentani untuk melanjutkan saat operasi di Bati dihentikan," papar Indra, Kamis (14/3/2019).

Hati Hati, Ini Bahayanya Menyimpan Tomat Di Dalam Kulkas!

Usai Sidang, Bahar bin Smith Ancam Presiden: Jokowi, Tunggu Saya Keluar! Lihat Videonya

Adidas Keluarkan Koleksi Sepatu Game of Thrones, Ada 6 Desain Berbeda, Ini Waktu Rilis & Harganya

Ketua DPRD Kepri Dukung KPK Usut Kasus Amjon dan Asman

Sementara untuk proyek yang bersumber dari APBN, lanjut Indra diperkirakan akan diresmikan pada bulan April 2019.

"Nanti Satker menyerahkan ke Pemda, baru diserahkan ke kita. Kita masih nunggu dan setelah diserahkan baru kita operasikan," katanya.

Dijelaskan Indra perbedaan dari kedua proyek tersebut adalah, IPA dari APBD akan menyalurkan air terlebih dahulu ke mesin pengolahan di Desa Pongkar. Sementara untuk APBN dapat langsung mengolah air dan didistribusikan ke masyarakat.

"Yang APBD hanya intake dan didistribusikan ke Bati dan kemudian diolah di Pongkar. Sementara APBN langsung proses di Sentani," jelasnya.

Indra menyebutkan kedua IPA di Sentani memiliki kapasitas masing-masing 50 liter perdetik. Apabila keduanya mulai beroperasi maka total kapasitas air PDAM yang dapat didistribusikan ke masyarakat mencapai 150 liter perdetik.

"Tapi belum difungsikan semua. Kalau sudah difungsikan semua nanti maka penyaluran di Pulau Karimun ini akan kita bagi tiga zona," tambahnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved