TANJUNGPINANG TERKINI

Antrean Mobil Mengular di Hampir Semua SPBU Tanjungpinang, Solar Dijatah 40 Liter Setiap Mobil

"Sekarang ini solar agak susah. Makanya kendaraan ini tunggu giliran untuk mengisi solar," ujar Hengky. Sedangkan di SPBU Kilometer 11 dekat RSUP Kepr

Antrean Mobil Mengular di Hampir Semua SPBU Tanjungpinang, Solar Dijatah 40 Liter Setiap Mobil
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Antrean pajang kendaaraan terlihat di salah satu SPBU yang ada di Tanjungpinang. Mengularnya kendaraan ini untuk mendapatkan BBM jenis solar yang belakangan selalu habis 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Antrean mobil berbahan bakar solar mengular di hampir semua SPBU kota Tanjungpinang, Kamis (21/3/2019) sore.

Di SPBU Jalan Wiratno misalnya, antrean kendaraan tersebut bisa mencapai 800 meter.

Pemandangan tersebut tidak biasa terjadi di hari-hari lain dalam pekan ini.

Pemandangan yang sama terlihat juga di SPBU Kilometer 10 dan SPBU Kilometer 8 Atas.

Banyak mobil truk dan bus parkir di sepanjang ruas jalan menuju kedua SPBU tersebut.

Pentingnya Kesehatan Jantung, Nurdin Ajak Warga Tanamkan Hidup Sehat

Kondisi Terbaru Ahmad Dhani. Berjalan Pincang dan Bawa Kresek Berisi Jus Sirsak. Asam Uratnya Kambuh

Download Lagu What Would It Be Soundtrack Drakor The Last Empress, Ada Lirik dan Cara Download

Wujudkan Hidup Bersih & Sehat, ATB Peduli Pelestarian Lingkungan, Ikut Bersihkan Pantai dari Sampah

Hengky, sekuriti di SPBU Kilometer 8 Atas mengaku puluhan truk dan bus itu mengantre untuk menunggu giliran pengisian solar.

"Sekarang ini solar agak susah. Makanya kendaraan ini tunggu giliran untuk mengisi solar," ujar Hengky.

Sedangkan di SPBU Kilometer 11 dekat RSUP Kepri, antrean panjang pun terlihat pada pukul 17.00 WIB.

Bahkan Falentinus sekuriti SPBU ini membawa papan bertuliskan 'Solar Habis' dan meletakkan di belakang kendaraan yang berada pada antrean terakhir.

Setiap kali deretan mobil itu maju, dia menggeser lagi papan tersebut agar selalu berada tepat di belakang mobil terakhir.

"Solar memang susah. Sebab, setiap pekan, mobil tanki angkut hanya sekali saja drop solar," ungkap Falentinus.

Dia menambahkan, hari di mana mobil tanki angkut solar ke SPBU tidak menentu. Karena itu para sopir selalu berjaga.

Ketika ada informasi bahwa solar sudah masuk ke SPBU, para sopir berbondong-bondong membawa kendaraannya untuk mengisi bahan bakar.

"Nah, karena solar kurang maka setiap mobil hanya bisa diisi solar sebanyak 40 liter, tidak boleh lebih. Saya pegang papan ini karena bos perintah. Itu artinya bos sudah perhitungkan solar akan habis setelah lihat jumlah mobil," terang Falentinus.(tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved