BINTAN TERKINI
Waduk Gesek Kering, PDAM Tirta Kepri Gelar Sholat Minta Hujan di Lokasi Waduk
"Perancangan sudah ada, titik lokasi juga sudah ditemukan dan anggaran sudah ada sekitar Rp 100 - 200 miliar. Kita tinggal tunggu penataan pemetaan ka
TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - PDAM Tirta kepulauan Riau menggelar sholat minta hujan atau sholat istiqsa di area kawasan Waduk Gesek, Jumat (29/3/2019) pagi.
Sholat minta hujan diikuti sekitar 120 orang dan melibatkan pihak PDAM serta masyarakat sekitar.
Tak hanya masyarakat, sejumlah siswa SMP di Kecamatan Toapaya yang dekat dengan waduk juga terlibat serta dalam sholat istiqsa.
"Diikuti hampir 120 orang jamaah," kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur PDAM Tirta Kepulauan Riau Sabhas Budiyadi.
• Dari Sosis Hingga Burger, Ternyata Jajanan Anak Favorit Kita Bisa Memicu Leukimia, Ini Penjelasannya
• BREAKINGNEWS - Satresnarkoba Polresta Barelang Bakal Gelar Ekspose Kasus Narkoba
• Ungkap Kasus Narkotika, Seperti Ini Pemeriksaan BC Terhadap Barang Ekspedisi
• Waspada, Bintik Putih di Kuku Ternyata Jadi Pertanda 5 Penyakit Mematikan Ini
Kemarau panjang telah mengurangi persediaan air minum atau air di waduk tersebut.
Salat istisqa ini dilakukan seperti melakukan salat idul fitri. Yakni, sebelum salat terlebih dahulu diisi dengan khutbah dan doa bersama agar segera turun hujan.
Sumber Air Baku di Bintan Mengkhawatirkan, Syamsul Bahrum: Segeralah Realisasikan Proyek DAM Busung

Kondisi tersebut semakin parah dengan kemarau panjang yang melanda wilayah ini yang mengakibatkan warga mengeluh kekurangan air.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun baru mulai mengambil langkah untuk mengatasi krisis air baku yang kian mengancam tersebut.
"Perancangan sudah ada, titik lokasi juga sudah ditemukan dan anggaran sudah ada sekitar Rp 100 - 200 miliar. Kita tinggal tunggu penataan pemetaan kawasan yang menjadi DAM Busung. Insyaallah DAM Busung mulai dikerjakan mulai dikerjakan pada 2019. Itu rencana jangka panjang," sebut Syamsul kepada TRIBUNBATAM.id, Jumat (22/3/2019) pagi.
Namun demikian, menurut Syamsul, langkah paling penting saat ini adalah mewujudkan rencana jangka menengah menyelesaikan proyek Waduk Sei Kawal.
• Dian Al Mahri Pendiri Masjid Kubah Emas, Meninggal pada Jumat 29 Maret 2019
• Jadwal, Klasemen & Topskor Liga Inggris Pekan 32 Dibuka Fulham vs City, Liverpool vs Spurs Live RCTI
• Nang Tak Berani Bilang Cinta ke Melinda Zidemi, Malah Niat Memperkosa dan Akhirnya Membunuh
• Ketahuan Penyebabnya, Simak 6 Fakta di Balik Viralnya Siswa SD Didorong Wanita Keluar Mobil
• Chef Renatta Moeloek Rebutan Seafood dengan Chef Arnold, Masterchef Indonesia Sabtu & Minggu di RCTI
Waduk ini bisa memproduksi air baku 400 liter per detik yang bisa dialiri kepada 50.000 pelanggan rumah tangga di wilayah Kijang, Tanjunguban dan Tanjungpinang yang menjadi wilayah kerja PDAM Tirta Kepri.
Namun, air waduk tersebut baru bisa digunakan setelah melewati proses pembusukan manakala airnya ditenggelamkan terlebih dulu lalu digenangi sampai musim hujan datang.
Curahan ditargetkan bisa menambah debit air waduk Sei Kawal.
"Pada 2019 nanti proyek waduk utamanya sudah selesai. Tinggal saja Pemprov Kepri membangun pipa primer dan sekunder. Pipa primer berdiameter 1 meter dan 70 cm. Primer dipasang ke kawasan-kawasan. Sedangkan PDAM membangun pipa tersier ke rumah-rumah warga dengan biaya ditanggung masing-masing pelanggan," terang Syamsul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/waduk-gesek_20180403_121237.jpg)