Warnet di Batam Buka Sampai Larut Malam Menjadi Salah Satu Penyebab Tindak Kejahatan Anak

Keberadaan Warung Internet (Warnet) yang tidak mematuhi aturan sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) mengenai jam operasional menjadi penyebab ba

Warnet di Batam Buka Sampai Larut Malam Menjadi Salah Satu Penyebab Tindak Kejahatan Anak
TRIBUNBATAM.id/Ian
Foto Kapolsek Sagulung Akp Riyanto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keberadaan Warung Internet (Warnet) yang tidak mematuhi aturan sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) mengenai jam operasional menjadi penyebab banyaknya anak-anak di bawah umur di Sagulung berurusan dengan hukum.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Sagulung Akp Riyanto, Jumat (12/4/2019).

Selama ini kata Riyanto, beberapa kasus yang pelakunya adalah anak anak dibawah umur, awalnya karena ketagihan warnet.

Bahkan yang paling mirisnya setiap melakukan Cipta Kondisi (Cipkon) rutin yang dilakukan oleh Jajaran Polsek Sagulung setiap Minggu selalu menemukan sekelompok anak di bawah umur yang masih nongkrong di dalam Warnet.

Jadwal Bola Pekan Ini Liga Inggris, Liverpool vs Chelsea, Man United vs West Ham Live BeIN Sport

Siapkan Petugas Profesional, ATB Fasilitasi Perangkat Mempuni

Pembunuhan Budi Hartono, Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper, Bermotif Asmara

Selain Tanjungpinang, Disdukcapil se-Kepri Tak Lagi Keluarkan Suket, Ini Sebabnya

"Ada beberapa lokasi dimana warnet di tempat tersebut buka sampai larut malam bahkan ada ya g buka sampai pagi, hanya pintu saja yang ditutup di dalam tetap ada pemain,"kata Riyanto.

Beberapa lokasi dimana warnet masih buka sampai larut malam, yakni di daerah ruko Batam Riau Bertuah, Simpang Nato, Sp Plaza, Top 100 dan juga Tunas Regenci."Kita susah petakan lokasinya, nanti kita akan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk melakukan Razia,"kata Riyanto.

Dia juga mengatakan beberapa kasus khususnya Curanmor, yang pelakunya masih anak dibawah umur, hasil pencurian di habiskan bermain warnet.

"Kata kata ini sudah sering kita dengan dalam penyidikan kasus kriminal khususnya curanmor yang pelakunya anak dibawah umur,"kata Riyanto.

Menganai hal tersebut Kasitrantib Kecamatan Sagulung, Jamil mengatakan pihaknya akan melakukan sidak dalam waktu dekat.

"Selama ini kita sudah sering lakukan Razia, namun setelah selesai razia mereka kembali beroperasi," kata Jamil.

Dia juga mengatakan pihak Kecamatan memiliki keterbatasan dalam hal melakukan penindakan.

"Yang berhak untuk menutup dan mencabut izin itu PTSP kita hanya sebatas himbauan dan koordinasi,"kata Jamil.

Dia juga mengakui bahwa selama ini sudah banyak terima keluhan dari masyarakat mengenai keberadaan warnet di Saguling.(Ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved