Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Ancam Mundur 4 Bulan Lagi, Ketua HMI Sumut: Jangan Baper

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan dirinya akan mundur empat bulan lagi jika masyarakat Sumatera Utara tidak mau dipimpin olehnya.

Tribun Medan
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi marah kepada perwakilan demonstran, Jumat (8/2/2019) 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan dirinya akan mundur empat bulan lagi jika masyarakat Sumatera Utara tidak mau dipimpin olehnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat memberikan sambutan pada kegiatan Peresmian Kantor PWI Sumut yang dirangkai dengan kegiatan Jalan Sehat, Minggu (28/4/2019) lalu, seperti dilansir Gatra.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara Periode 2018-2020 Muhammad Alwi Hasbi Silalahi mengatakan, sebaiknya Gubernur Edy Rahmayadi tidak bicara seperti itu di depan khalayak ramai.

Kapal TNI Ditabrak di Natuna, Menteri Susi: Tanggal 5 Tenggelamkan 51 KIA, Terbanyak Vietnam

Pengacara Vanessa Angel Yakin Rekayasa, Transfer Uang Booking Rp 80 Juta Bukan dari Rian Subroto

Merokok saat Berkendara Denda Rp 750 RIbu, Kadishub Kepri Sebut Dalam Tahap Sosialisasi

Ia menilai Gubernur Sumatera Utara terlalu bawa perasaan.

"Saya pikir tak pantas seorang pemimpin bicara seperti itu, apa yang disampaikan Pak Gubernur pada hari Minggu lalu terkesan terlalu bawa perasaan," ungkap Hasbi dalam siaran pers yang diterima Tribun-Medan.com, Senin (29/04/2019).

Hasbi mengatakan seorang pemimpin itu harus selalu menularkan energi positif melalui narasi optimisme dan harus selalu melontarkan pernyataan-pernyataan yang membangkitkan semangat orang yang dipimpinnya.

Bukan sebaliknya, mengeluarkan narasi-narasi pesimistis.

Lanjut Hasbi, jika masih banyak pro dan kontra atas kepemimpinan pak Gubernur Sumut itu adalah konsekuensi yang harus diterima oleh seorang Gubernur.

Jika siap menjadi Gubernur harus siap juga untuk menerima segala macam pandangan dan pola pikir masyarakat yang dipimpinnya.

"Pak Edy ya harus terima segala konsekuensi menjadi Gubsu itu, jika pak Edy beranggapan masih banyak rakyat Sumut yang tidak mau dipimpin olehnya. Ya itulah tugas pemimpin untuk bisa merubahnya agar masyarakat Sumut jadi lebih baik. Jangan sedikit-sedikit baper," katanya.

Terakhir Hasbi berharap Gubsu untuk terus fokus pada kinerja pemerintahan dan tidak lagi melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial yang tidak bermakna dan tidak memberikan semangat masyarakatnya.

"Pak Gubsu fokus pada kinerja pemerintahan saja," tandasnya. 

Marah di Musrenbang

Pembukaan Kopi Medan diapresiasi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Presiden Direktur Hotel Danau Toba Johny Pardede, Edy menggunting pita sebagai tanda dibukanya Kopi Medan, Selasa (19/2/2019)
Pembukaan Kopi Medan diapresiasi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Presiden Direktur Hotel Danau Toba Johny Pardede, Edy menggunting pita sebagai tanda dibukanya Kopi Medan, Selasa (19/2/2019) (Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang)

Sebelumnya beberapa kali Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi melontarkan kekecewaannya.

Teranyar kekecewaan Edy meledak saat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2020, Jumat (12/4/2019), karena sejumlah Bupati dan Wali Kota tidak hadir langsung, melainkan diwakilkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved